Take a fresh look at your lifestyle.

Butuh Rp 50 M Untuk Tangani Sampah di Kabupaten Tegal

SLAWI, smpantura.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Muchtar Mawardi mengaku bisa menyelesaikan persoalan sampah di wilayah tersebut. Namun demikian, dibutuhkan anggaran Rp 50 miliar (M) untuk alat eksvator, lahan, dan armada pengangkut sampah.

“Untuk memaksimalkan penanganan sampah membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 50 M,” kata Muchtar usai audiensi dengan Kawali dan Komisi III, di Ruang Banggar DPRD Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, usulan anggaran sebesar Rp 50 M dinilai tidak mungkin dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tegal. Hal itu dikarenakan anggaran Pemkab Tegal terbatas. Tahun ini, alokasi anggaran untuk DLH hanya sekitar Rp 26 miliar. Dari jumlah tersebut, hanya Rp 12 miliar yang difokuskan untuk penanganan sampah.

“Anggaran itu sebenarnya belum cukup,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, anggaran hanya bisa digunakan untuk kebutuhan armada truk pengangkut sampah seperti untuk service, ganti oli, ban dan lainnya. Termasuk juga untuk menyewa alat berat eksvator yang digunakan untuk meratakan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Penujah, Kedungbanteng.

“Alat eksvator kita hanya punya 1 unit, dan sewa 1 unit. Sedangkan jumlah armadanya 29 truk,” ujarnya.

Ditambahkan, sebenarnya jumlah truk juga masih kurang. Sejatinya, armada ditambah minimal 10 truk lagi. Sebab, sejak 2020 hingga sekarang, belum pernah pengadaan armada. Truk pengangkut sampah yang dimilikinya sekarang, usianya juga sudah tua. Praktis, kendaraan kerap rusak dan butuh biaya perbaikan. Walau demikian, Muchtar mengaku tidak akan patah arang. Dia akan selalu semangat dan memaksimalkan anggaran yang ada.

“Prinsipnya, kami akan melakukan pengolahan sampah dengan baik. Supaya tidak menggunung dan tidak darurat sampah,” tandasnya. (T05-Red)

 

 

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA