Take a fresh look at your lifestyle.

Sekda Minta Penyaluran BPNT Sesuai Aturan, KPM Bebas Belanjakan Uangnya

BREBES, smpantura.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan meminta, seluruh penyaluran Bantuan Pemerintah Non Tuna yang kini sudah berubah menjadi tunai, dilaksanakan sesuai aturan yang ada. Ia juga menekankan kejadian penyaluran BPNT di Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, yang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipaksa membeli paket sembako tidak terjadi kembali di desa dan kecamatan lain.

Hal itu ditegaskannya, setelah mengetahui adanya informasi KPM BPNT yang dipaksa membeli beras dan telur dengan mendapatkan ancaman dari oknum petugas. Ancaman ini disasarkan kepada ribuan KPM di Desa Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, dan Pamedaran.

“Kami sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial dan mudah-mudahan ini tidak terjadi di tempat lain. Mungkin para supplier saking semangatnya tiba-tiba berada di situ (lokasi penyaluran BPNT), dengan harapan bisa langsung dibeli,” tandas Sekda Brebes, Djoko Gunawan, kemarin (24/2).

Dia menjelaskan, kejadian penyaluran BPNT di Desa Cikeusal Kidul sudah diklarifikasi dengan oknum petugas bersangkutan. Pihaknya berharap hal serupa tidak terjadi di desa atau kecamatan lain saat proses penyaluran BPNT. Para KPM bebas membelanjakan uang bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing. “Kita sudah klarifikasi dan praktik seperti itu sudah dihentikan. KPM bebas menggunakan uang bantuan itu sesuai kebutuhannya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga miskin penerima bantuan sosial di Kabupaten Brebes mengaku dipaksa membeli beras dan telur menggunakan uang BPNT yang tahun ini mekanisne penyalurannya diganti uang tunai. Paksaan itu disertai ancaman oleh oknum petugas. Pembelian beras dan telur dengan ancaman ini menyasar 1.117 KPM dari Desa Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, dan Pamedaran.

Rinciannya, Desa Cikeusal Kidul sebanyak 298 KPM, Cikeusal Lor 435 KPM dan Pamedaran 384 KPM. Pemaksaan pembelian sembako usai pencarian BPNT itu, diduga dilakukan oleh oknum petugas. Sesuai jadwal, pencairan bansos dilakukan di Kantor Balaidesa Cikeusal Kidul. Jumlah uang yang diterima para KPM pada pencairan termin pertama tahun 2022 ini sebesar Rp 600 ribu untuk tiga bulan.

KPM mengaku dipaksa membeli di balai desa setempat dengan harga sembako lebih dari harga pasaran. Dalam catatan nota pembelian oleh KPM, beras 36 kilogram seharga Rp 396.000 dan telur 1,5 kilogram seharga Rp 34 ribu. Dalam membelanjakan uang BPNT tersebut, KPM juga diminta untuk membuat surat pernyataan Jika tidak membelanjakan, KPM diancam akan dicoret dari penerima bantuan berikutnya. (T07_red)

BERITA LAINNYA