Take a fresh look at your lifestyle.

Dinbudpar Kecewa Atap Teras Museum Purba Ambruk

- Hasil Klarifikasi Rekanan Sanggup Perbaiki Kerusakan

BREBES, smpantura.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, kecewa atas ambruknya atap teras Museum Manusia Purba di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Brebes, beberapa waktu. Terkait ini, Dinbudpar  memanggil rekanan pelaksana, konsultan perencana dan pengawas proyek pembangunan museum senilai Rp 752 juta itu, untuk meminta klarifikasi. Sementara, pihak rekanan pelaksana menyanggupi untuk memperbaiki semua kerusakan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, atap teras bangunan Museum Manusia Purba di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, ambruk, beberapa waktu lalu. Padahal bangunan tersebut belum sempat diresmikan. “Tadi, semua pihak terkait baik rekanan, konsultan perencana, pengawas, tim teknis dan inspektorat kami undang. Ini kami lakukan untuk meminta klarifikasi terkait kejadian ambruknya kanopi (atap teras) bangunan Museum Manusia Purba,” tandas Kepala Dinbudpar Kabupaten Brebes, Roriq Qoidul Adzam, Jumat (13/5).

Dia mengatakan, pihaknya kecewa atas kejadian tersebut. Namun demikian, secara prinsip laporan masyarakat terkait kejadian tersebut sudah ditindaklanjuti. Dari hasil klarifikasi itu, pihak rekanan juga menyatakan sanggup untuk memperbaiki kerusakan, karena pekerjaannya masih dalam masa pemeliharaan. Namun jika perbaikannya tidak selesai, pihaknya telah meminta inspektorat untuk melaksanakan audit atas pekerjaan tersebut. “Dari klarifikasi kami ini, intinya rekanan sanggup untuk memperbaiki. Jika ini tidak clear, kami meminta inspektorat untuk mengaudit,” tandasnya.

Menurut dia, kejadian itu bisa menjadi pembelajaran semua pihak. Dimana, jika lelang pekerjaan dengan penawaran paling rendah belum tentu bisa menang, walaupun rekanan telah memenuhi semua persyaratan. Jika menang, tetapi kondisinya seperti kejadian di museum, tentu harus ada pertimbangan-pertimbangan lain. Pihaknya meminta bagian ULP untuk lebih jeli dalam menentukan pemenang lelang. “Tadi, pihak rekanan juga mengeluhkan kondisi medan di lokasi proyek yang sulit dan cuaca hujan. Namun itu bukan menjadi sebuah alasan, karena sebelumnya tentu sudah mempertimbangkan medan,” terangnya.

Sementara itu, Kasubag Monitoring dan Evaluasi Bagian Pembangunan Setda Pemkab Brebes, Andriyani mengatakan, hasil klarifikasi itu akan dibahas dalam tim Clering House, untuk menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya. Dalam klarifikasi juga ada beberapa hal yang ditanyakan, di antaranya terkait uji beton, tahapan pelaksanaan hingga manajemen kontraknya. Proyek itu diketahui masuk dalam salah satu pekerjaan yang meminta perpanjangan waktu pelaksanaan, termasuk dengan konsekuensi dendanya. “Sesuai penjelasan konsultan perencana, dari sisi perencanaan sudah lumayan kuat apabila pekerjaannya dilaksanakan sesuai perencanaan,” katanya.

Terkait adanya penurunan harga penawaran hingga 20 persen dari nilai pagu proyek, dia menjelaskan, penurunan harga penawaran dari penyedia jasa tidak serta bisa mempengaruhi kualitas. Sebab, penyedia jasa bisa menurunkan harga karena banyak faktor. Bisa dari item dalam pekerjaan yang bisa dihemat, seperti pembersihan awal lokasi proyek atau harga barang pabrikan yang bisa mendapatkan harga murah. “Jadi, adanya penurunan harga penawaran ini tidak serta merta bisa mempengaruhi kualitas pekerjaan. Untuk saat ini, kami belum bisa mengetahui penyebab ambruknya atap teras bangunan museum, karena masih ada tahapan lain,” pungkasnya. (T07_red)

BERITA LAINNYA