Take a fresh look at your lifestyle.

Dewan Pendidikan Brebes Prihatin Atas Kasus Kekerasan Pelajar di Jalingkut

BREBES, smpantura.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, prihatin atas terjadinya kasus kekerasan pelajar di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes, beberapa waktu lalu. Dalam insiden tersebut, seorang pelajar SMP meninggal dunia, setelah mengalami luka bacok yang pelakunya juga masih pelajar. Dewan Pendidikan juga mendesak semua pihak untuk berupaya bersama mencegah agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

“Yang pertama, kami prihatin atas bahwa kondisi yang selama ini terjadi di kota-kota besar (kekerasan pelajar-red), ternyata merembet juga ke Brebes. Yang kedua, karena pelaku dan korban masih di bawah umur dan pelajar, kami harapkan nanti semua pihak yang paling penting cara bagaimana kejadian ini merupakan yang pertama dan terakhir bagi mereka,” ungkap Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Wijanarto, usai mengikuti sarasehan Hari Pers Nasional (HPN), kemarin malam.

Dia menjelaskan, dalam rapat konsultasi, Dewan Pendidikan telah mengusulkan agar Dinas Pendidikan menyusul Peta Jalan Pendidikan yang Rigit. Artinya, tidak hanya sekedar aspek infrastruktur pendidikan, tetapi menyangkut juga tata kelola sistem pendidikan, kemudian aktivisial intelejensi pendidikan yang mempengaruhi sistem pendidikan di Brebes. Selain itu, bagaimana upayanya nilai-nilai karakter diperkuat. Sehingga nantinya meski dalam kondisi pandemi ruang pendidikan tidak kehilangan marwahnya, untuk tetap menjaga agar peserta didik tidak hanya menyerap aspek pengetahuan, tetapi aspek karakter. “Kejadian ini, bisa menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama para pemangku kepentingan pendidikan,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Dewan Pendidikan sebelumnya juga sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan draf peraturan daerah atau peraturan bupati terkait pendidikan karakter tersebut. Namun sampai sekarang belum diketahui kejelasan dan perkembangan prosesnya. Padahal saat ini banyak isu-isu pendidikan yang segera ditangani dan diatasi. “Ya, salah satunya sirkulasi tentang kekerasan yang harus segera ditangani. Bagi siswa yang terlibat diharapkan bisa segera ditangani dan bisa disadarkan,” pugkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Nursidik, seorang pelajar yang masih duduk di Kelas 3 SMP, tewas terkena bacokan saat tengah membonceng sepeda motor, di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu sore (19/2/2022), kemarin.

Korban yang tercatat sebagai siswa SMP 1 Wanasari, Brebes ini, menghembuskan nafas terakhir, karena mengalami luka serius di bagian punggung. Jenazah di bawa ke RS Bhakti Asih Brebes, dan malam harinya langsung dimakamkan pihak keluarga. (T07_red)

BERITA LAINNYA