Take a fresh look at your lifestyle.

Bertambah, 36 Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Desa Padasari

SLAWI,smpantura.com- Jumlah rumah rusak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal terus bertambah. Jika sebelumnya bencana alam itu mengakibatkan  satu rumah warga di Dukuh Padareka dan 11 rumah di Dukuh Tigasari rusak ringan hingga berat, saat ini jumlah rumah rusak bertambah  menjadi 36 rumah.

Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIbat) PMI Kecamatan Jatinegara Rereb Kanti Pangestu mengatakan, sampai saat ini di wilayah tersebut masih kerap turun hujan dengan intensitas tinggi terutama pada sore hari. Kondisi topografi desa yang berada di lereng bukit serta kondisi tanah labil berisiko terjadi berncana.

Kepala Desa Padasari Mashuri mengatakan, bencana alam tanah bergerak mulai dirasakan dampaknya pada Sabtu (15/1). Musibah ini mengakibatkan satu rumah di wilayah RT 5, RW 1 Dukuh Padareka dan 11 rumah di RT 15  RW 3 Dukuh Tigasari rusak.

Mashuri mengatakan, sejak Sabtu (15/1) atau sepekan lalu,  rumah warga yang terdampak tanah bergerak terus bertambah, dan sebagian besar berada di Dukuh Tigasari.

Dari semula 11 rumah di RT 15 RW 3 di Dukuh Tigasari yang rusak, tiga rumah mengalami rusak sedang dan delapan rumah rusak ringan. Kini ada empat rumah yang mengalami kerusakan semakin parah.

“Saat ini ada empat rumah yang rusak berat. Jadi yang awalnya rusak sedang menjadi berat dan yang rusak ringan menjadi rusak sedang,”jelas Mashuri, Sabtu (22/1).

Mashuri menyebutkan, selain mengakibatkan kerusakan makin parah, tanah bergeak juga mengakibatkan rumah lain rusak.Saat ini ada 15  rumah di wilayah RT 15 RW 3  yang rusak akibat tanah bergerak, enam diantaranya rusak berat dan 9 rusak sedang.

Dampak tanah bergerak semakin meluas di wilayah RT lain. Di RT 12 RW 3 ada 10 rumah,diataranya tujuh rumah rusak sedang dan  tiga rumah rusak berat. Kemudian di RT 13 RW 3 ada 10 rumah dengan kondisi satu rumah rusak berat dan sembilan rumah rusak sedang.

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, tanah bergerak juga mengakibatkan kondisi jalan penghubung antar pedukuhan yang mengalami amblas sepanjang 30 meter dengan lebar 3 meter juga bertambah parah. Akibat kerusakan jalan tersebut,  ada warga yang terpaksa menitipkan kendaraanya karena tidak dapat melintas.

Sementara itu, karena mengalami rusak berat, rumah Sahad warga RT 13 RW 3 dibongkar oleh warga dan pemerintah desa. Pembongkaran dilakukan dengan swadaya warga.

Menurut Mashuri, 24 warga yang rumahnya rusak belum mendapat bantuan. Sementara 12 warga lainnya yang mengalami musibah sebelumnya telah mendapat bantuan dari PMI Kabupaten Tegal, Polres Tegal dan Dinas Sosial Kabupaten Tegal. Bantuan telah diserahkan pada Senin (17/1) lalu.

Plt Camat Jatinegara Tabah Topan Widodo menyampaikan dengan kondisi cuaca yang ekstrim saat ini khususnya di wilayah Jatinegara, pihaknya  menghimbau kepada lapisan masyarakat dan aparatur pemerintah desa agar selalu waspada dalam kesiapsiagaan bencana. Berkaitan dengan musibah yang dialami warga RW 03 Dukuh Tigasari, pihaknya akan bersurat kepada dinas terkait dilakukan pembenahan. (T04-Red)

 

 

BERITA LAINNYA