Take a fresh look at your lifestyle.

Bersih Kelenteng Hok Ie Kiong,  Pusaka Dewa Berusia Ratusan Tahun Turut Dijamas

SLAWI, smpantura.com- Menyambut Tahun Baru Imlek 2573/Tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 1 Februari mendatang, warga Tionghoa di Kota Slawi, Kabupaten Tegal melaksanakan ritual bersih-bersih kelenteng, kimsin (patung dewa) dan hiolo di Kelenteng Hok Ie Kiong, Slawi, Minggu (30/1).

Ritual itu diikuti pengurus Yayasan Adhi Dharma Slawi, Locu (pelayan dewa) ,  muda-mudi aktivis kelenteng Hok Ie Kiong dan sejumlah pekerja.

Sejak pagi mereka bahu membahu membersihkan altar dewa, hiolo (tempat menancapkan dupa saat sembahyang) dan perabotan yang ada di tempat ibadah itu.

Belasan muda-mudi dengan telaten mengelap kimsin dan mangkuk-mangkuk yang terbuat dari kuningan. Ada juga yang sibuk mengayak abu hio dengan saringan dan menjemurnya di bawah terik matahari.

Sementara itu di halaman kelenteng,  sejumlah pekerja tampak mencuci meja, tempat menancapkan bendera dan lilin yang terbuat dari kayu dengan cat berwarna merah menyala. Mereka mencuci dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Setelah itu dibilas dengan air kembang setaman (kembang telon) yang terdiri atas bunga mawar,melati dan kenanga.

Tak hanya patung dewa yang berjumlah puluhan yang dibersihkan, pada ritual itu juga dilakukan jamasan pusaka milik dewa. Diantaranya pusaka Dewa Hian Tian Siang Tee yang terbuat dari kayu dan pusaka Dewa Liem Thay Soe Kong dan Hok Tek Tjeng Sin yang terbuat dari besi.

JAMASAN: Menyambut Imlek 2573 sejumlah pusaka para dewa di Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi, Kabupaten Tegal dibersihkan atau dijamas. Jamasan pusaka dilakukan oleh Mas Ngabehi Waluyo Samekto Budoyo , Minggu (30/1) .

Jamasan dilakukan oleh Mas Ngabehi Waluyo Samekto Budoyo. Dalam ritual  tersebut telah disiapkan air kelapa hijau, bunga/kembang telon  dan jeruk nipis. Pusaka-pusaka yang konon berusia ratusan tahun itu atau seusia Kelenteng Hok Ie Kiong ini dibersihkan dari kotoran dan karat dengan cara diusap kuas yang  telah dicelupkan ke dalam wadah berisi air kelapa dan bunga , selanjutnya didiamkan beberapa saat. Kegiatan ini dilakukan berulang kali. Setelah itu, pusaka-pusaka tersebut dilumuri minyak melati untuk selanjutnya dilakukan ritual penyerahan.

“Jamasan ini untuk membasuh atau menghilangkan kotoran atau karat pada bilah pusaka. Filosofinya membersihkan kita dari perbuatan kotor,”terang Waluyo, yang merupakan salah satu abdi dalem Keraton Surakarta.

Penanggungjawab ritual Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi, Alex Fernando mengatakan, kimsin-kimsin yang dimiliki Kelenteng di Jalan Akhmad Yani ini, beberapa dalam kondisi lapuk, sehingga saat membersihkan harus dilakukan dengan hati-hati.

Untuk membesihkan kimsin, pihaknya menggunakan dua cara. Kimsin yang terbuat dari kayu diupayakan tidak dicuci menggunakan air, karena akan merusak kimsin tersebut. Adapun kimsin yan terbuat dari baja, kuningan dan porselen dapat dibersihkan dengan air.

“Esensi dari kegiatan bersih-bersih kimsin sebenarnya membersihkan hati kita menghadapi tahun baru yang akan datang, dan kita bisa introspeksi tahun-tahun sebelumnya. Ini juga mendisiplinkan diri supaya setiap tahun kita mengadakan bersih-bersih kelenteng, kimsin dan hiolo,”jelasnya.

Alex berharap, di tahun baru Imlek mendatang , pandemi Covid-19 dpat berakhir dan semua bisa hidup seperti sediakala.

“Harapannya keseimbangan fisik, keseimbangan batin kita akan kembali lagi seperti sebelum ada Covid-19. Supaya pandemi Covid-19 berakhir, kita diberikan kesehatan,kemakmuran, kesejahteraan kesehatan dan umur panjang, dijauhkan dari marabahaya, baik yang tampak atau tak nampak khususnya di Kabupaten Tegal dan bangsa Indonesia pada umumnya,”tutur Alex.

TONTON VIDEONYA : 

[embedpress]https://youtu.be/hcNj64cGR_g[/embedpress]

Alex juga memohon agar semua warga dapat menjaga kerukunan, persatuan dalam toleransi Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa seperti yang dicetuskan para leluhur. (T04-Red)

 

 

 

 

BERITA LAINNYA