Take a fresh look at your lifestyle.

Baperlitbangda Melepas 350 Mahasiswa KKN di Brebes

Brebes, smpantura.com – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes melepas sebanyak 350 mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, untuk diterjunkan pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayahnya. Pelepasan mahasiswa KKN ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan Sahabat Alam Bumiayu, Rabu (2/2/2022).

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Baperlitbangda, Nurul Hidayat mengatakan, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kemampuan dan cara berpikir yang ilmiah, hendaknya mampu untuk menuangkannya dalam praktek kehidupan di masyarakat. Terkadang, apa yang didapatkan di bangku kuliah masih harus diadaptasikan di dalam implementasinya. “Para mahasiswa ini, kami harap turut serta membantu Pemkab Brebes yang saat ini tengah bekerja keras dalam memperjuangkan peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan upaya menurunkan angka kemiskinan,” ujar pria yang akrab disapa Yayat ini.

Meski dalam perkembangannya, lanjut dia, kedua permasalahan tersebut trennya selalu membaik. Namun belum mampu mendongkrak posisi yang ada di Jawa Tengah. “Untuk itu, masih harus diperjuangkan secara maksimal dengan dibantu berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa,” sambungnya.

Ketua LPPM Universitas Peradaban Bumiayu, Umi Chabibatus Zahro mengatakan, sebanyak 350 mahasiswa yang diterjunkan mengikuti KKN dibagi di beberapa desa dan kecamatan yang kesemuanya berada di wilayah Brebes selatan. Rinciannya, Kecamatan Bantarkawung sebanyak 12 desa, Kecamatan Bumiayu 4 desa, Kecamatan Sirampog 8 desa dan Kecamatan Paguyangan 10 desa. “Masing-masing desa sudah kita plot penempatan mahasiswanya dengan posko dan koordinatornya masing-masing di bawah pengawasan dosen pembimbing,” jelasnya.

Menurut dia, kegiatan KKN yang akan berlangsung dari tanggal 2 Februari 2022 hingga 12 Maret 2022, tetap dalam koridor menjaga protokol kesehatan. Misi KKN mahasiswa kali ini tidak terlepas dari kondisi yang tengah melanda masyarakat akibat pandemi. “Yakni melakukan pendampingan masyarakat desa dalam menumbuhkan perekonomian melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di empat pilar yaitu pilar pendidikan, ekonomi, lingkungan dan kesehatan,” pungkasnya. (T07-red)

BERITA LAINNYA