Take a fresh look at your lifestyle.

Bapemperda Akomodir Muatan Lokal di Perda Pemajuan Kebudayaan Daerah

SLAWI, smpantura.com – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Tegal mulai menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Bapemperda mengundang stakeholder untuk public hearing Perda Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Tegal di Ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tegal, Rabu (2/2).

Public hearing Perda tersebut dihadiri Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Pemuda Olaharaga dan Pariwisata, Bagian Hukum Setda Tegal, dan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI).

“Bapemperda meminta masukan dari kalangan pelaku budaya agar regulasi ini bisa produktif dan bisa diimplementasikan dengan baik,” kata Wakil Ketua Bapemperda Kabupaten Tegal, Bakhrun di sela-sela acara tersebut.

Dikatakan, Perda Pemajuan Kebudayaan Daerah merupakan Perda inisiatif Bapemperda yang sudah disusun naskah akademiknya bersama praktisi dari Universitas Pancasila Tegal (UPS) yang dipimpin Hj Hamidah Abdurracman. Hasil penyusunan naskah itu, kemudian dipublic hearing untuk meminta masukan dari stakeholder.

“Muatan lokal budaya Kabupaten Tegal yang lebih mendalami para pelaku budaya. Makanya, kami mengundang mereka untuk penyempurnaan Perda ini,” beber politisi PKS itu.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Agus Wardana menuturkan, draf Perda Pemajuan Kebudayaan Daerah memang harus banyak masukan, khususnya muatan lokal budaya asli Kabupaten Tegal. Muatan lokal itu, yakni tradisi lisan, manuskip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

“Kami akan inventarisir semua yang objek pemajuan kebudayaan. Memang sudah ada yang punah dan dipunahkan, contohnya bangunan di depan RSUD Soeselo yang dipunahkan, tapi tidak masalah karena untuk kepentingan lebih besar,” katanya.

Pelaku seni Haryo Entus Susmono menyampaikan, kebudayaan di Kabupaten Tegal harus diawali dengan pembentukan ekosistem budaya. Menurut dia, Perda tersebut merupakan bagian dari pembentukan ekosistem budaya. Selain itu, kemajuan budaya juga dibentuk dengan sekolah kejuruan kebudayaan.

“Kami sudah merintis SMK Karawitan yang ditempatkan di ponpes Dzikrul Ghofilin Lebaksiu. Semoga dengan adanya Perda ini bisa menjadi air segar buat kemajuan SMK Karawitan tersebut,” pungkasnya. (T05-Red)

 

BERITA LAINNYA