Take a fresh look at your lifestyle.

Banjir di Yamansari Akibat Sedimentasi dan Pintu Air Rusak

SLAWI, smpantura.com – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni menilai penyebab banjir yang melanda wilayah Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, dikarenakan sedimentasi dan pintu air yang rusak. Kondisi itu harus segera ditangani mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah tersebut.

“Pintu air Bangunan Gung IV yang berada di Desa Lebaksiu Kidul mengalami kerusakan, sehingga air sungai dari Desa Danawarih meluap ke rumah penduduk di Desa Yamansari. Padahal, ketika pintu air dapat dibuka, maka air bisa dialihkan ke Sungai Gung,” kata M Khuzaeni yang akrab disapa Jeni, Rabu (9/2).

Dikatakan, sebenarnya aliran sungai dari Danawarih bisa dibagi di pintu air Gung IV. Aliran air dari Sungai Danawarih bisa dialirkan ke Sungai Gung. Namun, karena pintu air itu rusak sehingga meluap ke pemukiman warga dan jalan Yomani-Guci. Selain memperbaiki pintu air, Jeni juga berharap agar PSDA melakukan normalisasi di pintu air Bangunan Gung VI. Sebab, di pintu tersebut sudah mengalami sedimentasi.

“Sedimentasi parah, sehingga harus segera dinormalisasi,” pintanya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal Sudarso menyatakan bahwa pintu air di Bangunan Gung IV yang berlokasi di Desa Lebaksiu Kidul tidak rusak. Bahkan, Bangunan Gung V dan VI juga masih berfungsi. Menurut Sudarso, banjir yang melanda Desa Yamansari bukan karena pintu air yang rusak. Namun imbas dari debit air hujan yang tinggi. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Lebaksiu mencapai 136 milimeter. Sedangkan di Desa Danawarih Kecamatan Balapulang 121 milimeter. Karena itu lah, air di sungai meluap hingga menggenangi rumah penduduk dan sejumlah ruas jalan.

“Jadi, setelah saya koordinasi dengan PSDA, pintu air itu tidak rusak. Cuma karena sulit dibuka atau ditutup saat limpasan air tinggi. Air menekan pintu air sehingga tidak bisa diputar,” kata Sudarso.

Menurutnya, curah hujan normal yakni mulai 50 hingga 100 milimeter. Apabila melebihi itu, maka limpasan sangat tinggi dan terjadi banjir. Dirinya tak menampik, sejumlah sungai di Kabupaten Tegal yang merupakan kewenangan dari PSDA Pemali-Comal sudah sedimentasi. Diharapkan, sungai tersebut segera dinormalisasi.

“Kabarnya pintu air di sekitar Lebaksiu akan dinormalisasi,” imbuhnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA