Take a fresh look at your lifestyle.

Anak TK Pun Berani Divaksin

- Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Dari Binda Jateng

KAJEN – Awalnya rombongan murid TK Musimat NU, Rengas, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan banyak yang ketakutan saat berada di lokasi vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Namun setelah dibujuk orang tuanya, mereka pun akhirnya berani untuk divaksin. Pemandangan itu terlihat saat Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, menggelar vaksinasi anak untuk pelajar mulai TK – SD, di gedung di SD Negeri Rengas, Kecamatan Kedungwuni, Jumat (112)) pagi.
Usai divaksin, perwakilan dari mereka kemudian berbaris lalu berikrar untuk mewujudkan pemerintah yakni Indonesia Sehat Indonesia Hebat. Kemudian anak anak TK ini juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden RI serta Kepala BIN Pusat yang rutin menyelenggarakan vaksinasi massal di seluruh wilayah tanah air. Sambil berikrar, rombongan TK yang berada di barisan depan membawa spunduk bertuliskan soal vaksin, seperti ”Anak Hebat Berani Vaksin, Walaupun Udah Divaksin Tetap Pakai Masker, dan Kulo Sanpun Divaksin”.
Kepala SD Negeri Rengas, Kecamatan Kedungwuni, Afghoni didampingi Kepala Pos Daerah (Kaposda) BIN Kabupaten Pekalongan, Bambang Purwadi juga mengucapkan terimakasih kepada Binda Jateng karena telah menyelenggarakan vaksinasi anak di kampus sekolahannya. Kegiatan ini tentunya bisa membuat capaian vaksinasi di sekolahannya, dan Kabupaten Pekalongan pada umumnya. Saat vaksinasi dosis 1, capaiannya sekitar 92 persen dan pada pagi ini diperkirakan me ningkat hingga 95 persen.
”Semoga setelah divaksin dosis 2, anak didik kami tetap sehat dan terhindar dari penyakit, utamanya covid 19. Di samping itu juga salah satu ikhtiar dalam rangka pembelajaran tatap muka 100 persen,” tegas dia.
Sementara itu, Kepala Kabinda Jawa Tengah, Brigjen TNI Sondi Siswanto menjelaskan untuk pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Jumat (11/2) berlangsung di enam kota dan kabupaten. Meliputi, Kabupaten Wonogiri, Jepara, Grobogan, Kendal, Pekalongan,dan Magelang dengan target 5.500 dosis. Jenis vaksin yang dipergunakan adalah sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM.
Binda Jateng pada hari yang sama juga menggelar vaksinasi untuk umum di enam daerah dengan target peserta sebanyak 10.000 dosis. Adapun lokasi vaksinasi meliputi, Kabupaten Wonogiri, Jepara, Grobogan, Kendal, Pekalongan,dan Magelang. Khususnya pelaksanaan vaksinasi door to door, diselenggarakan di Kabupaten Jepara, Grobogan, Kendal, Pekalongan, dan Magelang dengan target 3.000 orang tervaksinasi.
”Kami juga menggelar vaksinasi tahap ketiga atau Booster di Kabupaten Jepara, Grobogan, dan Magelang dengan target 1.500 dosis vasin tersalurkan,” paparnya.
Perlu diketahui juga, Presiden Joko Widodo telah mengapresiasi peran The Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A) dalam mendorong pengembangan dan akses yang berkeadilan terhadap obat, alat diagnostik, dan vaksin Covid-19 yang merupakan bagian penting arsitektur kesehatan dunia. ACT-A merupakan bagian penting arsitektur kesehatan dunia sekaligus bukti nyata manfaat multilateralisme. Ke depannya peran ACT-A masih sangat dibutuhkan, termasuk untuk menjembatani ketimpangan vaksinasi global.
Kemudian Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan terkait langkah dan upaya pemerintah Indonesia menghadapi virus omicron atau Pandemi Covid-19. Di antaranya masyarakat diimbau Indonesia untuk tidak berpergian, baik keluar negeri maupun daerah serta membatasi aktivitas di luar rumah. (PO5-Red )

BERITA LAINNYA