Take a fresh look at your lifestyle.

Air di Tuk Bening Kaligua Diyakini Bisa Bikin Awet Muda, Benarkah?

BREBES, smpantura.com – Tuk Bening, merupakan salah satu sumber mata air yang berada di Kaki Gunung Slamet. Lokasinya berada di kawasan Kebun Teh Kaligua, di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Air dari sumber ini, ternyata diyakini masyarakat sekitar bisa bikin awet muda. Sehingga, banyak masyarakat yang sengaja datang untuk meminum atau mengambil air dari mata air ini.

Tuk Bening, saat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi pelancong di obyek wisata Kebun Teh Kaligua. Tempatnya, sekitar 4 kilometer dari pintu masuk obyek wisata ini, dan masih satu jalur dengan Goa Jepang.

Sebagai mata air, Tuk Bening tentunya menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. Bahkan, dari Tuk Bening, semua kebutuhan air Pabrik Teh Kaligua dicukupi. Sebuah pipa besar sengaja dibuat untuk mengaliri air dari Tuk Bening ke kawasan pabrik teh.

Tuk Bening ini, ditemukan kali pertama bersamaan dengan dibangunya Pabrik Teh Kaligua di tahun 1889. Pabrik Teh Kaligua sendiri didirikan oleh Van De Jong. Dalam pembangunannya, Van De Jong memanfaatkan air di Tuk Bening untuk mencukupi kebutuhan air, termasuk untuk pengolahan teh hitam di pabriknya. Setelah Indonesia merdeka, Pabrik Teh Kaligua pengelolaannya ditangani PT Perkebunan Nasional IX yang kantornya berpusat di Solo, Jateng. Seiring perkembangan zaman, air Tuk Bening kini sudah dimanfaatkan secara maksimal, dengan diolah menjadi air mineral dalam kemasan dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Untuk menuju sumber air Tuk Bening, dari pintu masuk Obyek Wisata Kaligua, akan menyusuri jalan berbatu yang ditata dengan rapi. Di kanan kirinya, terbentang tanaman teh yang menghijau. Kalau beruntung, akan melihat aktivitas para pekerja memetik pucuk teh, dengan latarbelakang Gunung Slamet yang menjulang gagah. Sejuknya udara pegunungan akan menambah asyik suasana. Tiba di areal parkir, pejalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 800 meter.

Suasana di Tuk Bening, sangat mengasyikan dan terasa nyaman. Kenapa? Ya, karena lokasinya berada di ketinggian kurang lebih 2000 Mdpl, dengan suhu rata-rata harian 22 derajat celcius. Di mata air ini ada lima pancuran. Terdapat juga, sebuah petilasan di dalam sebuah gazebo.

Air yang berasal dari Tuk Bening ini, ternyata bisa langsung dikonsumsi, dan rasanya sangat segar. Bahkan, dari penelitian yang pernah dilakukan, ternyata air dari Tuk Bening ini, memiliki kandongan oksigen sangat tinggi. Hal ini yang membuat airnya segar. Lantaran panasaran, tim smpantura.com saat mengunjungi ke Tuk Bening ini, mencoba membawa pulang air dengan bekas botol air mineral ukuran 1 liter. Anehnya, saat sampai di rumah yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dan lokasinya di pantura, saat diminum teryata masih terasa dingin dan sangat segar.

Mulyadi Darmadi (63) wisatawan asal Citeureup, Bogor, Jawa Barat mengaku, air di Tuk Bening sangat segar, suasana alamnya juga sejuk. Dirinya juga menyemoatkan diri mandi di pancuran yang ada di Tuk Bening ini. “Saya tadi mandi di pancurannya, sekalian saya bawa pulang sedikit air abadi itu di botol bekas air mineral, untuk diminum bersama keluarga di rumah,” tuturnya.

Kesegaran air Tuk Bening, kata dia, karena andungan mineralnya yang tinggi. “Air ini segar karena kandungan mineralnya tinggi,” ujarnya.

Babinsa Pandansari Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Sertu Sugeng Widodo mengatakan, air mineral Kaligua layak dikonsumsi seperti air mineral pada umumnya karena sudah mendapatkan ijin dari BPOM. “Air dari Tuk Bening masih asli atau tidak tercemar sama sekali sehingga bisa diminum langsung karena kadar airnya sudah uji lab,” katanya.

Terlepas dari itu, keberadaan Tuk Bening ternyata juga menyimpan banyak mitos, yang dipercaya masyarakat sekitar. Salah satunya, air di Tuk Bening bisa membuat awet muda. Juru Kunci Tuk Bening, Nakim (60) menceritakan, dari sisi metafisik, di Tuk Bening ada beberapa sosok gaib yang menunggu atau menjaganya. Namun dari sosok gaib itu, yang paling menonjol ada lima. Yakni, Mbah Tunggul Wulung, Mbah Rantamsari (sosok seperti patung yang ada di atas panduran), Mbah Sri Wulandari, Mbah Rantas Wadung, dan Mbah Umbrah-umbruh.

“Kelima penunggu yang wujud aslinya berupa kakek dan nenek ini sangat senang jika pancuran Tuk Bening digunakan untuk berwudhu dan bahkan sholat di mushola kecil yang dibangun di sisi kiri pancuran, terlebih mereka juga ikut didoakan,” bebernya

Menurut dia, mitos lainnya adalah bila minum dan cuci muka di pancuran ke-5 Tuk Bening (dihitung dari kanan), maka akan jadi awet muda dan membantu menyembuhkan penyakit kulit.

“Kebanyakan yang datang kemari minta didoakan kepada Tuhan lewat perantara penunggu Tuk Bening agar usahanya lancar, mudah jodoh, pangkat dan jabatan, dan disembuhkan dari berbagai penyakit. Untuk yang jelek-jelek saya tolak,” terangnya.

Mbah Nakim berpesan, agar para pengunjung Tuk Bening dan Goa Jepang berhati bersih dan menjaga kebersihan maupun ucapan sehingga dijauhkan dari kerasukan dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. (T07-red)

BERITA LAINNYA