Take a fresh look at your lifestyle.

1.000 Pelajar di Kabupaten Pekalongan Divaksin Dosis 2

- Digelar Binda Jateng

KAJEN – Guna menguatkan kondisi kesehatan para pelajar di Kabupaten Pekalongan, jajaran Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah menggelar vaksinasi anak usia 6 – 11 daerah tersebut, Kamis (3/2). Adapun sasaran dalam kegiatan tersebut sebanyak 1.000 pelajar yang dipusatkan di SD Negeri 02 Podo, Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni. Sesuai dengan target sasaran, maka siswa yang mengikuti vaksin dosis 2 bukan hanya dari sekolah setempat, namun sekolah lain juga datang di tempat itu menjadi peserta.
Kepala SD Negeri 02 Podo, Sri Kasih mengucapkan terimakasih kepada Binda Jateng yang menggelar vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di tempat kerjanya. Sebelumnya, dari sebanyak 374 siswa, 85 persen di antaranya telah menjalani vaksinasi dosis pertama. Kenapa belum bisa 100 persen karena pada saat itu sebagian siswanya ada yang sedang sakit.
”Kemudian mereka ikut vaksin di sekolah lain dan puskesmas di sekitar tempat tinggalnya,” kata dia.
Dalam vaksinasi dosis 2, harapannya semua siswa mulai dari kelas 1 hingga 6 bisa ikut sehingga target 100 persen bisa tercapai. Dengan demikian, pelaksanaan belajar mengajar di SD Negeri 02 Podo bisa berjalan secara sempurna atau tidak ada pembatasan. Sejak ada pandemi covid 19, hingga sekarang di sekolahannya pelaksanaan belajar tatap muka masih separuh atau 50 persen.
Sementara itu, Kepala Binda Jawa Tengah, Brigjen TNI Sondi Siswanto. dalam press rilisnya menjelaskan untuk pagi ini, Kamis (3/1), jajarannya kembali menyelenggarakan vaksinasi massal baik untuk anak atau pelajar dan masyarakat di 17 wilayah Kabupaten maupun Kota di Jateng. Di antaranya Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan, Boyolali, Jepara, Blora, Tegal, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Sukoharjo, dan Karanganyar. Sedangkan target peserta vaksin dalam kesempatan ini sebanyak 33.000 dosis..
Untuk jenis vaksin, khusus anak atau pelajar menggunakan jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM. Kemudian dengan sasaran masyarakat secara door to door serta vaksinasi booster, menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan.
Dalam menggelar kegiatan kali ini, Binda jateng mendirikan 17 sentra vaksinasi, meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kab Semarang, Demak, Grobogan, Boyolali, Jepara, Blora, Tegal, Pekalogan, Brebes, Banyumas, Banjarnegara, Temanggung, Sukoharjo,dan Karanganyar (khusus vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun atau pelajar). Sedangkan pelaksanaan secara door to door lokasinya di Kabupaten Pekalongan, Brebes, dan Temanggung serta vaksinasi Booster ada di Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupten Semarang, Demak, dan Grobogan dengan target 5000 orang tervaksinasi dengan aman.
Ditambahkan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping dari pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 cenderung lebih rendah dibandingkan pada orang dewasa. Hal ini membuktikan bahwa pemberian vaksinasi di usia tersebut masih aman dan sifatnya cenderung ringan serta mudah diatasi. Kemudian ditegaskan, pemerintah pusat tetap terus mengingatkan kembali pentingnya protokol kesehatan.
”Saat ini cenderung adanya peningkatan kasus Covid 19 di akhir Januari 2022 sehingga seluruh masyarakat harus selalu menjaga protokol kesehatan meskipun sudah menjalani vaksinas mulai dosis 1,2, dan booster,” paparnya..
Terkait pelaksanakan vaksinasi booster yang diperuntukan untuk masyarakat umum, syaratnya minimal berumur 18 tahun. Kemudian telah mendapatkan vaksin lengkap enam bulan sebelumnya. Kepada masyarakat yang telah memenuhi kriteria diatas, dapat mencari informasi ke faskes terdekat. Vaksin booster berguna mendukung terciptanya kekebalan kelompok / herd immunity sehingga masyarakat tahan terhadap virus Covid 19 yang terus bermutasi. (PO5-Red)

BERITA LAINNYA