Take a fresh look at your lifestyle.

Pangdam Cek Infrastruktur  Hasil TMMD di Jatimulya

146

SLAWI . Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, meninjau langsung progres berjalan pembangunan infrastruktur di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal yang dikerjakan melalui TMMD Reguler ke-105 Kodim 0712/Tegal, Kamis (25/7).

Dalam pengecekan ini, Pangdam didampingi Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, Kasiter Korem 071 Wijayakusuma Letkol Infanteri Sapto Broto, Dandim/Dansatgas TMMD Letkol Infanteri Richard Arnold Yeheskiel Sangari,  Kapolres AKBP Dwi Agus Prianto,  Camat Suradadi Tri Guntoro beserta Muspika lainnya serta Kepala Desa Jatimulya, Ahmad Zaeni.

“Saya kunjungan ke sini untuk mengecek pekerjaan di lokasi TMMD, sekaligus berdialog dengan masyarakat dan Satgas TMMD,” tutur Pangdam.

Pengecekan yang dilakukannya adalah untuk mencocokkan data laporan dari realisasi program pembangunan berjalan dan yang telah dilaksanakan. Tak hanya di lapangan, administrasi TMMD yang disajikan di Posko TMMD  atau Balai Desa Jatimulya juga tak luput dari pantauannya.

Dari pengecekan yang dilakukan, Pangdam menyatakan  puas dengan kinerja Satgas TMMD yang telah menyelesaikan 70 persen pembangunan makadam 2,3 kilometer lebar 3 meter di Dukuh Sigerung, Desa Jatimulya.

Mochamad Effendi, menekankan untuk memperbanyak pembangunan sasaran non fisik sehingga kehadiran TNI di Jatimulya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sambil menunggu sasaran fisik selesai.

“Untuk sasaran fisik telah mencapai lebih dari 70 %, sedangkan sasaran non fisik sudah berjalan sesuai rencana,” ucap Pangdam.

TMMD juga telah menyelesaikan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 5 unit, yang mendapat bantuan Bank BNI. Adapun bantuan dari Bank BRI sebanyak 10 unit akan segera dilakukan sambil menghimpun relawan lainnya serta partisipasi masyarakat.

Bantuan bisa berupa semen, batu, pasir dan sebagainya. Mengingat besaran biaya yang disiapkan untuk masing-masing rumah.

Pangdam berharap, semua masyarakat terlibat membantu Satgas TMMD, sehingga mereka merasa ikut memiliki hasil pembangunan, dan pada akhirnya akan merawat  apa yang telah dibangun.

“Semua ikut berpartisipasi sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Yang masih kuat bisa ikut bekerja menata batu, sedangkan yang fisiknya kurang mampu bisa ikut menyediakan air minum atau membantu semen,” imbuh Mochamad Effendi.

Pangdam juga menyampaiakan terima kasih kepada para ibu bahkan nenek-nenek yang turut terlibat dalam pembangunan sasaran fisik. Sikap gotong royong hendaknya terus dipelihara tidak hanya saat TMMD saja, tapi untuk  selamanya.

(Sari/ red38)

BERITA LAINNYA