Take a fresh look at your lifestyle.

Panen Raya, Petani Berharap Tak Ada Impor Beras

62

SLAWI, smpantura.com – Petani di Kabupaten Tegal menolak wacana impor beras. Pasalnya saat ini tengah panen raya tanaman padi. Ketua Gapoktan Lestari, Desa Bulakpacing, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Tohirin menyebutkan, wacana impor beras telah mempengaruhi harga beras.

Menurutnya, sebelum ada wacana impor beras,harga beras sudah mengalami penurunan, yakni saat digelontorkannya bantuan berupa bagi warga terdampak Covid-19 . Tohirin menyontohkan, pada Masa Tanam (MT) 3 yang menjadi andalan petani, harga kering panen bisa mencapai Rp 6.500 per kilogram, hanya terjual Rp 5.200-Rp 5.400 per kilogram.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Gapoktan Tani Mandiri, Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Giman. Giman menyebutkan, rencana pemerintah untuk impor beras, petani sangat dirugikan. “Saat ini harga beras sudah turun drastis. Makanya saat kami kumpul dengan kelompok tani, Kabupaten Tegal menolak impor beras,”tutur Giman.

Giman mengatakan, saat panen raya seperti saat ini, harga beras giling yang biasanya mencapai Rp 10.000 per kilogram sekarang turun menjadi Rp 7.300 per kilogram di tingkat tengkulak, paling tinggi Rp 8.000-an,”jelas Giman, Selasa (23/3). Panen raya, kata Giman, harga tebasan juga turun . Untuk seperempat bahu paling mahal Rp 2 juta. Padahal biasanya mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta.

Sementara untuk modal menanam padi di lahan luasan seperempat bahu hampir Rp 2 juta. Apalagi mencari tenaga kerja penggarap juga susah. Giman berharap, pemerintah tidak melakukan impor beras. Selain itu Bulog dapat menerima gabah petani. “Minimal kalau Bulog menerima gabah petani, harga bisa naik dan tidak terjadi penumpukan dilapangan, sehingga harga tidak ambruk,”ungkapnya.

Giman menyebutkan, Gapoktan Tani Mandiri memiliki anggota hingga 120 orang. Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah, dengan tegas menolak impo beras di saat panen raya. “Ya janganlah, ini kan panen raya. Nanti harganya anjlok,”sebutnya, kemarin. Umi justru mengajak masyarakat untuk membeli produk lokal. “Saya terus mengajak masyarakat untuk bela beli produk lokal,” tutur Umi.

BERITA LAINNYA