Take a fresh look at your lifestyle.

Peluang Kerja Luar Negeri Besar, Dear Beri Sosialisasi

108

SURADADI – Pandemi Covid-19 tidak menutup peluang masyarakat untuk bisa bekerja di luar negeri. Bahkan, peluang ke luar negeri semakin besar. Namun demikian, masyarakat diminta untuk melalui jalur yang resmi jika akan berangkat ke luar negeri.

“Peluang kerja ke luar negeri sangat besar. Namun untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ada syarat yg harus dipenuhi, dan jangan melalui calo,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr Dewi Aryani MSi saat Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Perlindungan Menyeluruh kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai warga negara VVIP (Vey Very Important Person) di Rumah Aspirasi HD Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis (25/2). Kegiatan itu dihadiri Direktur Penempatan Non Pemerintah Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Ir Irini Rahyuwati MM dan para anggota Karang Taruna Kabupaten Tegal.

Dikatakan, permasalahan PMI di Kabupaten Tegal yakni kerangnya penguasaan bahasa asing. Sementara itu, tempat kursus bahasa asing, terutama Bahasa Jepang dan Bahasa Korea di wilayah tersebut belum banyak. Pihaknya akan berupaya membuat Badan Latihan Kerja (BLK) khusus untuk pelatihan dua bahasa. Pembentukan BLK, lanjut dia, diupayakan tahun ini bisa direalisasikan. Namun, pihaknya terkendala tenaga pengajar. Direncanakan, tenaga pengajar diambilkan dari PMI yang sudah pernah ke Jepang dan Korea.

“PMI asal Kabupaten Tegal 6 ribu sampai 7 ribu orang. Jika belajar di luar daerah biayanya tinggi. Juni sudah dimulai tes kompetensi,” katanya.

Menurut dia, sosialisasi ini bertujuan untuk menginformasikan kepada para pemuda-pemudi bagaimana cara bisa bekerja ke luar negeri dengan aman. Bermigrasi yang aman menjadi PMI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Syarat yang harus dipenuhi, antara lain usia minimal harus 18 tahun, sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan oleh lembaga kesehatan resmi, memiliki kompetensi, serta memperoleh ijin dari keluarga dan diketahui kepala desa. Apalagi dampak dari pandemi Covid-19 banyak sekali pekerja muda yang kena PHK, maka ini menjadi alternatif bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan dengan menjadi pekerja di luar negeri.

“Kami berharapkan dengan adanya kegiatan ini, maka anggota Karang Taruna di Kabupaten Tegal yang berjumlah ribuan pemuda-pemudi mendapatkan informasi mengenai regulasi dan prosedur yang benar dan tidak mudah tertipu iming-iming informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA