Take a fresh look at your lifestyle.

Pabrik Garmen Batang Masih Butuh 2.000 Karyawan

140

BATANG- Bupati Batang Wihaji siap bekerja sama dengan pabrik garmen, PT Batang Apparel Indonesia yang masih membutuhkan sekitar 2.000 lebih karyawan.

“ Ini industri baru garmen untuk produk ekspor dan padat karya, dengan jumlah karyawan pada tahun ini baru 1.200 orang dan setiap bulan masih membutuhkan,” kata Wihaji saat melakukan kunjungan di PT Batang Apparel Indonesia yang berlokasi di Desa Wringingintung Kecamatan Tulis, Senin (19/4/2021).

Ia  mengatakan, kalau perusahaan tersebut terkendala dengan sumber daya manusia (SDM) untuk kebutuhan tenaga kerja yang sudah terlatih, maka bisa melalui Balai Latihan Kerja ( BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) bekerjasma dengan PT Batang Apparel Indonesia.

“ Selam ini memang sudah ada dilakukan support SDM melalui BLK, 18 kali pertemuan kalau sudah terlatih langsung ditempatkan di PT Batang Apparel Indonesia. Sekarang sudah 1.200 lebih dan rata – rata 90 persen warga Batang,” kata Wihaji.

Bupati juga meminta agar di posisi manajemen seperti supervisor dan lainnya warga Batang untuk masuk dilibatkan menduduki jabatan.

“ Ini bukan samalah egosektoral agar tidak hanya di bagian jahit menjahit saja tapi juga ada bagian manajemen,” pintanya.

Wihaji juga memastikan PT Batang Apparel semua hak karyawan dipenuhi dari mulai gaji sesuai UMK yaitu Rp 2 juta lebih, Jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan serta hak lainya.

Sementara itu, Zainal Abidin Complince & HSE Head PT Batang Apparel Indonesia, mengatakan untuk semantara ini jumlah karyawan dari mulai produksi dan non-produksi sudah mencapai 1.100 karyawan. Rencananya jumlah totalnya sekitar 3.000 karyawan.

” Pabrik kita baru beroperasi 6 bulan yang lalu, Produk buyer kami Adidas dan Fanatic dan lainnya. Kapasitas produksi kami hampir 1 juta pcs per bulan, itu dengan kondisi ful fill 40 line dengan toral karyawan 3.500 hingga 4.000 karyawan,” pungkasnya. (P10-red)

BERITA LAINNYA