Take a fresh look at your lifestyle.

P3K Diminta Dongkrak Indeks Efektivitas Pemerintah

80

SLAWI – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2019 di Kabupaten Tegal yang menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Tegal pada Kamis (25/2), diminta untuk mendongkrak indeks efektivitas pemerintah. Selain itu, Bupati Umi Azizah juga meminta kepada 270 P3K untuk memiliki berintegritas, nasionalis, professional, dan berwawasan global.

“PR terbesar kita di birokrasi adalah mendongkrak indeks efektivitas pemerintahan. Untuk itu, melalui skema Smart ASN, kita ingin menwujudkan ASN yang berkualitas dan berdaya saing. Visi kita di birokrasi adalah memiliki ASN yang berintegritas, nasionalis, professional, dan berwawasan global,” kata Bupati Tegal, Umi Azizah saat sambutannya di acara Penyerahan SK P3K di Pendopo Amangkurat kepada 50 peserta sebagai perwakilan, dan 220 orang lainnya yang hadir secara virtual melalui zoom meeting.

Bupati Umi memberikan ucapan selamat kepada P3K yang telah menerima SK dan Perjanjian Kerja. Umi menyampaikan bahwa P3K adalah bagian dari ASN yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang setara dengan PNS. Dalam bekerja, P3K juga terikat dengan penilaian kerja yang tertera pada perjanjian kerja.

“Kami berharap P3K bisa membawa perubahan dan bisa mendorong kinerja organisasi pemerintahan ke arah yang lebih baik, efektif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman yang bergerak begitu cepat di era internet of thing ini,” harapnya.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Tegal, Drs Edi Budiyanto MPd mengatakan, proses penerimaan P3K tahun ini cukup panjang yakni selama 2 tahun, dimulai dari usul kebutuhan P3K hingga penerimaan perjanjian kerja dan SK P3K.

“P3K sebanyak 270 orang, terdiri dari 213 orang tenaga pendidikan, 10 orang tenaga kesehatan, dan 47 orang penyuluh pertanian,” terangnya.

Dijelaskan, Pemkab Tegal mengusulkan sebanyak 424, namun yang mendaftar hanya 363 peserta. Dari jumlah itu, sebanyak 360 orang yang lolos administrasi, dan hanya 277 orang yang memenuhi passing grade. Selanjutnya hanya 270 orang yang diusulkan penetapan Nomor Induk P3K , karena 2 orang meninggal dunia, 1 orang tidak terekomendasi, dan 4 orang lainnya mengundurkan diri.

“Kami berpesan untuk membangun Kabupaten Tegal dan mewujudkan visi Bupati Tegal yakni menjadikan masyarakat yang sejahtera, mandiri, unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA