Take a fresh look at your lifestyle.

Ormas Agar Tak Saling Mengritisi

137

* Wali Kota ; Tegal Sudah Kondusif

TEGAL – Organisasi Massa (Ormas) di Kota Tegal, agar tak saling mengritisi organisasi lain, hingga berbuntut silang pendapat, membuat kegaduhan, dan hanya membuang-buang energi yang tidak penting.

Hal itu disampaikan Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi saat berdialog dengan sejumlah ormas di Pendopo Ki Gede Sebayu, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10).

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi

”Hari ini adalah Hari Peringatan Sumpah Pemuda. Tapi, kadang momen ini digunakan oleh kelompok tertentu untuk kegiatan yang kita tidak tahu motifnya. Seperti telah diketahui bersama, hari ini juga ada kegiatan Musda FPI Jateng, yang digelar yang di Kabupaten Tegal, dan menuai banyak penolakan dari elemen masyarakat. Bahkan ada beberapa elemen masyarakat yang melayangkan surat keberatan ke Polres Tegal Kota terkait musda FPI tersebut,” terang dia.

Kapolres Tegal Kota dalam pertemuan itu, bersama Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono dan Sekda Imam Badarudin, didaulat untuk menyampaikan imbauan kepada ormas maupun organisasi kepemudaan.

Tak Menghentikan

Berkait dengan surat keberatan yang diayunkan ke institusinya, dia tak menghentikan kegiatan itu, seperti keinginan beberapa elemen masyarakat. Karena kegiatan tersebut dilaksanakan bukan di wilayah Kota Tegal.

”Jadi bukan kewenangan Kami. Tapi kami tetap menerima audiensi berkait penolakan ini,” ucap Kapolres Tegal Kota.
Menurut dia, kegiatan yang dilaksanakan FPI, memang tidak perlu izin dari pihak kepolisian. Tapi sebenarnya cukup dengan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian, agar kegiatan tersebut dapat dikawal.

Di sisi lain, berkait dengan kemunculan berbagai penolakan tersebut, dia mengimbau kepada ormas maupun organisasi kepemudaan, serta masyarakat luas, agar tetap bersikap tenang. Kapolres mengimbau agar tidak mudah terprovokasi yang bisa membuat kegaduhan.

Kepada ormas di kotanya, dia mengimbau agar dapat terus menjalin kebersamaan yang kuat, agar situasi di wilayah Kota Tegal tetap aman dan kondusif. Dia pun meminta antarorganisasi agar saling bekerjasama yang baik. Jangan sampai saling mengkritisi organisasi lain yang berdampak timbulnya perselisihan antara organisasi.

Menurut dia, saat sekarang kota sudah terkenal dalam kekompakannya. Seperti telah ditunjukkan organisasi dengan massa besar, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Menjaga Kesatuan

Berbekal situasi dan kondisi yang sudah baik itu, dia pun mengajak untuk menjaga kesatuan antarormas. ”Jangan sampai terjadi gesekan, dan Kami juga berterimakasih kepada Wali Kota Tegal yang bisa menggalang  dan merangkul semua ormas di wilayah Kota Tegal,” ucap dia, yang disambut aplaus hangat.

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono mengatakan, sekarang ini Indonesia telah aman. TNI dan Polri, juga tetap bertindak tegas terhadap siapa saja yang akan membahayakan persatuan dan kesatuan NKRI.

Di sisi lain, Wali Kota juga menyinggung ujian yang kerap terjadi di masyarakat. Antara lain, terjadinya gesekan antarumat beragama. Tapi Alhamdulillahi Robbal Alaamiin, di Kota Tegal, selama ini bila ada bibit-bibit gesekan seperti itu, dapat diantisipasi dengan cara dikomunikasikan melalui Forum Komunikasi Antar Umat Beragama atau FKAUB,” terang dia.

Wali Kota juga berharap TNI dan Polri dapat lebih intensif melakukan pengawasan berkait kemunculan hal-hal yang dapat menimbulkan gesekan. Baik antarormas maupun antarorganisasi keagamaan. ”Ormas atau organisasi kepemudaan atau organisasi keagamaan, bantulah TNI dan Polri, agar Kota Tegal tetap aman dan kondusif,” pinta Wali Kota Tegal.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA