Take a fresh look at your lifestyle.

Organda Kembali Kencangkan Ikat Pinggang

41

TEGAL, smpantura.com – Kebijakan Pemerintah yang melarang semua masyarakat untuk mudik Lebaran Idul Fitri 2021 menyisakan sejumlah permasalahan. Salah satunya dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tegal yang mengaku dibuat bingung dengan kebijakan tersebut.

Ketua Organda Kota Tegal, Popo mengatakan, secara umum pihaknya merasa keberatan dengan kebijakan yang diambil secara tahu bulat oleh pemerintah pusat. Sebab, seluruh anggota sudah sangat terdampak dengan adanya pandemi.

Mudik Lebaran 2021 sedianya menjadi salah satu harapan untuk perbaikan ekonomi para pelaku trasnportasi darat. Pasalnya dari sekian Lebaran, hampir seluruh anggota Organda terpaksa harus mengencangkan ikat pinggang dan gigit jari.

“Sejak ada kejadian macet total di tol sekitar tahun 2017 kita sudah kewalahan. Pemasukan hampir berkurang drastis. Setelah itu lebaran berikutnya jalur bebas hambatan dibuka, angkutan ikut sepi dan jalanan ditutup,” kata Popo saat dihubungi, Minggu (28/3) siang.

Lebaran 2020 menjadi puncaknya, sambung Popo melalui panggilan telepon. Sebagian besar pelaku tranportasi darat tutup buku dan memulangkan para pekerjanya. Bahkan, menurut catatannya terdapat tiga perusahaan otobus yang hingga saat ini pesimis untuk beroperasi.

Rata-rata pengusaha otobus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) memilih untuk tidak beroperasi, ketimbang mengalami penyusutan pendapatan setiap harinya. Di Tegal tiga otobus berhenti beroperasi sejak terjadi pandemi. Ketiganya yakni PO Menara Jaya, Adi Mulya dan PO Kurnia.

“Tak kalah jauh, pemilik Bus Pariwisata juga bernasib sama. Armadanya dikandangkan semua, karena penghasilan tidak memungkinkan,” tutur Popo. (T03-red)

BERITA LAINNYA