Take a fresh look at your lifestyle.

Operasi Keselamatan, Polres Tegal Sosialisasikan Larangan Mudik dan Protokol Kesehatan

113

SLAWI,smpantura.com – Dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait larangan mudik pada lebaran tahun ini, Polres Tegal menggelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2021 selama 14 hari kedepan, dimulai tanggal 12 sampai dengan 25 April 2021.

Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kepatuhan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 serta tertib berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang menjelaskan, yang menjadi sasaran dalam operasi itu , yakni keselamatan pengguna jalan, kelancaran arus lalu lintas dan kepatuhan masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas maupun mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Yang kita laksanakan merupakan operasi kemanusiaan, sehingga yang dikedepankan adalah langkah preemtif dan preventif melalui pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat agar menaati aturan berlalu lintas,” ungkap Iqbal saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2021 di halaman Mapolres Tegal, Senin (12/4).

Nantinya, lanjut Iqbal, dalam operasi itu, petugas akan menyasar kepada masyarakat umum, khususnya masyarakat yang menggunakan transportasi publik , guna meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan.

Menurutnya, kepolisian akan memadukan operasi keselamatan dalam berlalu lintas dengan kampanye kepatuhan protokol kesehatan. Kampanye ini akan berbentuk aksi pembagian masker, dan hal-hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi hanya berupa kampanye edukasi dan sosialisasi , dan tidak ada penindakan sama sekali dari kepolisian,”tuturnya membacakan sambutan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Sementara itu , Bupati Tegal Umi Azizah yang juga hadir dalam apel gelar pasukan tersebut menyampaikan, terkait kebijakan larangan mudik, harus menyelaraskan dengan kebijakan pusat.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Forkopimda dan kepala OPD agar menghargai kearifan lokal dan kondisi psikologi para perantau.

Dari pengamatannya, saat ini sejumlah warga perantau mulai pulang kampung.
“Prinsip Kabupaten Tegal bisa memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa kebijakan yang diputuskan pemerintah pusat, juga demi masyarakat juga, karena Covid-19 belum reda,”tuturnya.

(T04-Red)

BERITA LAINNYA