Take a fresh look at your lifestyle.

Operasi Antik Candi 2020, Gagalkan Empat Peredaran Narkoba di Tegal

* Setelah Pasang SI di Orang Terdekat Pelaku

151

TEGAL – Operasi Antik Candi 2020, yang digelar Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota, sejak Senin (10/2) hingga Sabtu (29/2), menggagalkan empat upaya peredaran berbagai jenis narkoba di Kota Tegal.

Penggagalan transaksi narkoba itu, setelah kesatuan tersebut menerjunkan tiga satuan tugas (Satgas), selama menggelar operasi yang berlangsung 20 hari.

Tiga satgas yang diterjunkah adalah, Satgas Deteksi yang melakukan tugas khusus deteksi dan penyelidikan tindak pidana narkotika.

”Kemudian ada Satgas Binluh, bertugas melakukan tugas khusus pembinaan dan penyuluhan tindak pidana narkotika. Ketiga adalah Satgas Gakkum, yang bertugas melakukan operasi atau razia narkoba di tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang dicurigai sering dijadikan transaksi narkoba,” terang Kasat Res Narkoba AKP Bambang Margono SH didampingi KBO Ipda Joko Wahyudi SH, dan penyidiknya Aipda Aziz Fahrudin SH, Senin (9/3).

Dalam Operasi Antik Candi 2020, gebrakan Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota, menerjunkan tiga satgas itu, untuk mengungkap kasus narkoba, menggunakan strategi cukup unik dan ampuh.

Salah satunya, dengan cara memasang sumber informasi (SI) di orang terdekat pelaku peredaran narkoba, yang menjadi target operasinya (TO).

Apalagi, pelaku yang sudah masuk TO, ditengarai mendapatkan narkoba melalui pembelian secara online atau telepon. Kemudian barang dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman barang.

Pelaku memilih menggunakan perusahaan jasa pengiriman barang, menurut AKP Bambang Margono SH, karena kendaraan jasa pengiriman barang, kerap tak terjaring razia atau operasi kepolisian di jalur transportasi yang dilalui.

Tak Kalah

Dari kecenderungan itu, reserse khusus narkoba, pun tak mau kalah strateginya. Ibarat pepatah, sepandai-pandai Tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Demikian pula, serapat-rapat menyimpan bangkai, baunya tercium jua.

Maka dipasanglah SI, yang merupakan orang dekat pelaku yang sudah menjadi TO dalam operasi itu. SI selanjutnya akan terus melaporkan segala sesuatu yang dilakukan pelaku yang dicurigai, bila berkait akan ada transaksi narkoba.

Atau bakal ada pengiriman narkoba lewat perusahaan jasa pengiriman barang maupun menggunakan sistem ”Jatuh Alamat”.

Strategi unik tersebut, memang ampuh. Terbukti, empat transaksi narkoba yang dilakukan melalui perusahaan jasa pengiriman barang, dapat digagalkan.

Maksudnya, saat barang sampai di perusahaan cabang dan akan dikirimkan ke pelaku, atau saat pelaku akan menerima pesanan barang terlarang itu, Satgas Gakkum Sat Res Narkoba langsung bergerak cepat untuk menggeledah dan menangkap pelakunya.

Satu persatu pelaku narkoba, pun akhirnya dapat dibekuk. Pertama adalah, Nur Widyah (39). Karyawan swasta, warga Jl Brantas, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Pelaku ditangkap di dekat Hotel Premiere di jalur pantura, tepatnya di Jl Yos Sudarso, sekitar pukul 21.00, Senin (10/2).

Atau di hari pertama Operasi Antik Candi 2020. Barang bukti yang disita, satu paket sabu kira-kira seberat 1,01 gram senilai Rp 600.000. Sabu dan hp Oppo milik pelaku disita. Pelaku juga langsung diamankan di Mapolres Tegal Kota.

Penangkapan berikutnya terhadap narapidana (Napi) Irawan Yapto (31), warga Jl Bandengan Utara II, Gang Makmur Dalam, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (13/2).

Bandar di Jakarta

Napi di LP Klas II B Tegal, memesan dua paket sabu seberat 1,76 gram ke bandar bernama Andreas yang tinggal di Jakarta, lewat telepon Wartel di LP tersebut. Pesanan itu langsung tercium Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota.

Karena sebelumnya telah memasang SI di dekat pelaku. Informasi itu kemudian disampaikan ke petugas LP, bahwa bakal ada pengiriman paket sabu ke LP dalam beberapa hari terakhir.

Informasi tersebut ternyata benar. Napi Irawan Yapto kemudian ditangkap untuk menjalani pemeriksaan. Beberapa hari kemudian Bandar Andreas akhirnya ditangkap reserse narkoba Polda Metro Jaya karena kedapatan mengedarkan narkoba di Jakarta.

Berikutnya, Tim Satgas Gakkum menangkap tersangka pemakai Tembakau Gorila. Yakni, seorang pelajar SMA di Kabupaten Brebes berinisial LY (17).

Dia ditangkap beberapa saat setelah mengambil barang terlarang itu, di sebuah kantor cabang perusahaan jasa pengiriman barang di Jl Aiptu KS Tubun, sekitar pukul 16.40, Senin (17/2).

Salah seorang warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes itu, ditangkap karena membawa Tembakau Gorila kurang lebih seberat 6,88 Gram, senilai Rp 375.000.

Selain untuk dipakai sendiri, pelaku diduga juga kerap membagikan dan menjual ke teman-temannya.

Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota kembali menangkap pembeli Tembakau Gorila yang dikirimkan perusahaan jasa pengiriman barang, sekitar pukul 13.15, Sabtu (22/2).

Pembelinya adalah Muhamad Ibnu (19) warga Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Barang bukti yang disita Tembakau Gorila seberat 5,94 gram, senilai Rp 350.000.(Riyono Toepra-red07)

  • Baca Juga : Seorang Pelajar SMA Brebes, Ditangkap di Tegal (Edarkan dan Konsumsi Tembakau Gorila)
BERITA LAINNYA