Take a fresh look at your lifestyle.

Omzet Pengusaha Warteg Menurun Drastis

87

TEGAL – Dampak pandemi sangat luar biasa dirasakan sejumlah sektor industri di Indonesia, tak terkecuali pelaku UKM khususnya para pengusaha Warung Tegal (Warteg). Mereka yang biasa dapat mengambil keuntungan sedikit untuk bertahan hidup di Ibu Kota kini mulai harap-harap cemas.

“Setiap bulan yang biasanya mampu menyisihkan penghasilan untuk modal kontrak tempat, sekarang sudah tidak bisa. Bahkan, untuk kebutuhan sehari-hari, banyak diantara kami mengalami kesulitan,” ujar Wakil Ketua Umum Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) H Mulyadi saat ditemui baru-baru ini.

Dijelaskan Mulyadi, beberapa pengusaha Warteg terpaksa pulang lebih cepat setelah berjuang keras bertahan di tengah pandemi. Umumnya, mereka yang pulang itu memiliki manajemen keuangan konvensional atau alakadarnya.

Sementara bagi pengusaha yang sudah tertata dalam pengelolaan keuangan, meski ada penurunan namun komsumtifnya mencukupi penghasilan pada saat sekarang, maka mereka masih dalam posisi yang aman.

“Dia masih bisa eksis mengontrak tempat dan membayar karyawan. Memang mayoritas manajemen keuangan masih manual, sehingga saat digoncang pandemi pengaruhnya sangat besar,” pungkasnya.

Mulyadi mengisahkan, pengusaha Warteg merasakan dampak begitu dahsyat dan bervariatif, mulai dari 30 hingga 40 persen. Misalnya, dari penghasilan Rp 3 juta per hari kini hanya bisa menikmati keuntungan sekitar Rp 2,1 atau Rp 2,3 juta. Bahkan, ada pula yang beromzet Rp 500 ribu per hari.

Ada pula pengusaha yang merasakan dampak besar, khususnya mereka yang memiliki tempat dekat dengan perkantoran, mall hingga kampus. Diperkirakan, penurunan pendapatan yang terjadi mampu mencapai sekitar 70 persen. (*)

BERITA LAINNYA