Take a fresh look at your lifestyle.

Obyek Wisata Guci, Purin dan Cacaban Ditutup

148

SLAWI-Sebagai salah upaya mencegah penyebaran infeksi virus Koron (Covid-19) , Bupati Tegal menerbitkan Surat Edaran Nomor 360/1425/Tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran infeksi Corona virus Disease (Covid-19) tanggal 16 Maret 2020.

Salah satu poin menyebutkan, Pemkab Tegal terhitung mulai tanggal 17 Maret 2020 menutup seluruh destinasi wisata dan tempat hiburan milik pemerintah sementara waktu dan mengimbau kepada para pengelola /pemilik destinasi wisata dan t empat hiburan baik milik perorangan, perusahaan swasta hingga desa agar melakukan langkah serupa.

Selama masa penutupan agar melakukan pembersihan tempat dengan disenfektan dan/atau alat kebesihan lainnya sesuai standar kesehatan.

Pemkab Tegal juga menutup sejumlah  sarana dan fasilitas publik milik pemeintah untuk sementara waktu sepeti Tracking Space atauTrasa Co working Space, perpustakaan daerah , GOR Tri Sanja dan Taman Teknologi Pertanian Kesuben.

Penutupan sejumlah tempat wisata, kemarin telah dilaksanakan di sejumlah tempt wisata seperti Obyek Wisata Pemandian Guci, Purwahamba Indah (Purin) dan Waduk Cacaban.

Kepala UPTD Pengelolaan Obyek Wisata , Dinas Kepemudaan , Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal,A Hasib mengatakan, penutupan obyek wisata tersebut dilakukan sejak Selasa (17/3) pagi.

Penutupan tempat wisata juga menindaklanjuti surat Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng .

“Penutupan dilakukan karena mempertimbangkan perkembangan dampak virus Covid-19 dan demi kepentingan masyarakat,”tuturnya, saat dihubungi kemarin.

Hasib mengatakan, penutupan sementara dilakukan sampai dengan evaluasi terhadap perkembangan situasi yang ada.

Selama masa penutupan pihaknya akan menggerakan masyarakat sekitar tempat wisata untuk menjaga kebesihan.

“Kami akan tetap menjaga Sapta Pesona, diantaranya menjaga  kebersihan, kenyamanan, kesejukan dan keindahan tempat wisata,”imbuhnya.

Hasib menyebutkan, penutupan tempat wisata sempat membuat kaget pedagang. Namun setelah diberi  penjelasan tentang alasan penutupan , pedagang bisa memahami.

Disebutkan, sejak Selasa pagi, petugas loket banyak menolak pengunjung yang hendak wisata ke Guci. Namun demikian,pengunjung yang berniat menginap di penginapan yang tersebar di Guci masih diijinkan masuk.

Meski demikian, pihaknya mengingatkan agar tamu hotel tidak menggelar acara gathering yang mengumpulkan massa.

“Kami juga meminta merek melakukan SOP untuk mencegah penyebaran Covid-19.Selalu cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, bagi yang sakit batuk, pilek diimbau menggunakan masker.

Kebijakan tersebut kemarin sudah disosialisasikan kepada pengelola hotel yang di Guci. (Sari-Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA