Take a fresh look at your lifestyle.

Nol Covid-19, Ganjar : Kota Tegal Sudah Kembali Hijau

350

TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 15 hari dan dilanjut 14 hari efektif menekan peredaran Covid-19 di Kota Bahari.

Hal itu disampaikan Dedy Yon saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Balai Kecamatan Tegal Selatan, Kamis (7/5) siang. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi turut memaparkan evaluasi PSBB kepada Gubernur.

Disebutkan, hingga saat ini tidak ada penyebaran Covid-19 di Kota Tegal sejak diberlakukan isolasi wilayah dan PSBB pada akhir Maret 2020. Bahkan, salah seorang pasien terkonfirmasi Covid-19 asal Kota Tegal sudah dinyatakan sembuh.

“Dapat disimpulkan, bahwa Kota Tegal sudah zero Covid-19. Tidak ada pasien yang terkonfirmasi dan tidak ada transmisi lokal baru,” ungkap Dedy meyakinkan.

Ditambahkan dia, pelaksanaan PSBB sejauh ini telah berjalan sesuai rencana. Meski pada awalnya sempat menuai pro dan kontra di berbagai kalangan. Mengingat, selama PSBB, seluruh akses masuk menuju pusat kota ditutup menggunakan beton. Termasuk lampu penarangan jalan yang dipadamkan saat malam hari.

Bahkan, pihaknya berencana melakukan relaksasi pada 15 Mei 2020 mendatang, dengan tujuan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi Lebaran. Sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan akan kembali beroperasi, lampu akan dinyalakan dan beton akan disingkirkan.

“Namun, kita akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan beberapa daerah tetangga. Mengingat di sana masih banyak dan bahkan muncul klaster baru dari Ijtima Gowa,” tukasnya.

Sementara, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebut, dengan nihilnya kasus Covid-19 di Kota Tegal, maka dengan demikian dapat dikatakan Tegal telah kembali menjadi zona hijau. Pihaknya meminta, Pemkot dan masyarakat tetap disiplin.

Bahkan, untuk melakukan relaksasi, pria berambut putih itu meminta Wali Kota Tegal bisa membuatkan Peraturan Daerah (Perda) dan memberlakukan denda bagi warga yang melanggar. Baik itu melanggar tidak mengenakan masker, berkerumun lebih dari lima orang dan tidak menjaga jarak.

“Memang sejak kemarin tidak ada yang enak, tetapi hari ini dibuktikan hasil yang bagus. Kota Tegal sudah nol. Hanya saja, Tegal ini kanan kirinya ada daerah yang masih zona merah. Untuk itu, perlu komitmen untuk menjaga dengan baik apa yang sudah tercapai saat ini,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga meminta kepada Pemkot Tegal dan Gugus Tugas membentuk tim khusus untuk mencari peserta Eks Ijtima Gowa. Sebab, pihaknya tidak menginginkan kasus outbreak di Brebes terjadi di Jawa Tengah.

“Kalau sekadar himbau, dikhawatirkan ada yang tidak jujur. Makanya perlu tim khusus untuk mendeteksi. Jangan sampai seperti di Brebes, meledak. Ada 16 warga yang positif,” tutupnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA