Take a fresh look at your lifestyle.

Nilai Ekspor Gondorukem dari Pemalang Tembus Rp 150 M Pertahun

72

PEMALANG – Hasil hutan berupa getah pinus dari Kabupaten Pemalang terus menembus pangsa pasar ekspor. Bahkan nilai ekspor hasil industri getah pinus dari pabrik Gondorukem Pemalang ini menembus Rp 150 Miliar per tahun. Tak hanya itu, berkembangnya industri getah pinus di Pemalang mampu menyerap tenaga kerja hingga 29 ribu orang penyadap getah pinus.

“Tadi, ada kunjungan kerja dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asisten Diputi, Ferry yang didampingi oleh Direktur utama, Wahyu Kuncoro. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat potensi industri getah pinus yang perlu digarap dengan serius,” ujar Senior General Manager Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Hasil Hutan (KBM IHH) Gondorukem Pemalang, Dani Setyo Nugroho, usai menerima kunjungan dari Asisten Deputi BUMN, kemarin.

Selain potensi tenaga kerja penyadap getah pinus, jelas dia, potensi lainnya yaitu bisa menyerap tenaga kerja lokal Pemalang. Terkait potensi pendapatan ekspor kurang lebih sekitar Rp 150 miliar. Terkait dengan bahan bakunya berasal dari Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, Banyumas Timur. Bahkan bahan baku dari luar Jawa karena potensinya pabrik gondorukem Pemalang masih bisa menampung dari luar Jawa. Harapannya melalui industri getah pinus, nama Pemalang bisa terangkat hingga dunia internasional, sebab pabrik gondorukem tersebut merupakan pabrik terbesar di Jawa Tengah. Jumlah produksi pabrik gondorukem Pemalang dengan berbagai bentuk produk bisa mencapai 8.000 ton per tahun untuk bahan bakunya. Produk yang diproduksi pihaknya antara lain gondorukem, terpentin, delta karen, dan pen oil. Pihaknya akan fokus menggarap golongan ester.

“Dari kunjungan tersebut diketahui potensi besar yang bisa dikembangan dalam industri getah pinus. Harapannya dari kunjungan tersebut ada kebijakan dari pusat untuk mendorong dan mendukung pengembangan industri getah pinus khususnya di Pemalang,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA