Take a fresh look at your lifestyle.

New Normal, Ini Alasan Brebes Belum Bisa Menerapkan

106

BREBES – Kabupaten Brebes saat ini belum bisa menerapkan kebijakan new normal atau tatanan baru terkait dampak pendemi virus korono (Covid-19). Bahkan, Pemkab Brebes masih menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur Jawa Tengah, terkait penerapan kebijakan tersebut. Di sisi lain, Pemkab juga masih terus berupaya untuk memenuhi indikator yang menjadi syarat penerapan kebijakan tersebut. Menginggat, kasus pasien positif covid-19 di Kota Bawang masih tinggi.

” Terkait new normal, kami masih menunggu arahan dan kebijakan dari Pak Gubernur. Ini karena Brebes masih menjadi zona merah. Model Effective Reproduction Number (Rt) di Brebes juga masih di atas angka 1 dan belum mengalami penurunan,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan, kemarin.

Dia mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengeluarkan pedoman mengenai syarat untuk memberlakukan kebijakan new normal. Ada enam syarat, yakni penularan Covid-19 sudah terkendali, sistem kesehatan yang ada memiliki kapasitas untuk penanganan Covid-19. Kemudian, risiko lonjakan kasus di tempat-tempat tertentu dapat diminimalkan, protokol kesehatan di tempat kerja harus diberlakukan, risiko terjadinya kasus impor bisa ditekan, serta masyarakat bisa berpartisipasi dan terlibat aktif dalam masa transisi menuju kondisi normal baru. Salah satu acuannya, melalui Model Effective Reproduction Number (Rt).

Dimana Rt menunjukkan laju infeksi Covid-19 di tiap provinsi di Indonesia bergerak dengan kecepatan dan tren yang variatif. Rt itu juga dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan untuk merencanakan strategi dan menakar efektivitas langkah pengendalian pandemi Covid-19. “Nah di Brebes saat ini angkanya masih di atas 1 dan belum bisa memenuhi indikator untuk menuju new normal,” tandasnya yang juga Sekda Pemkab Brebes.

Dia menjelaskan, Rt merupakan parameter epidemiologi yang digunakan untuk mengukur laju pertumbuhan penularan virus. Angka Rt lebih basar dari 1 menunjukkan rata-rata seorang yang terinfeksi (carrier) menularkan virus ke lebih dari satu orang (laju penularan tinggi). Misal untuk Rt = 2, berarti rata-rata setiap carrier menularkan virus ke dua orang pasien, yang kemudian menularkan virus ke empat orang lain dan seterusnya. Sedangkan angka Rt lebih dari 1, artinya diprediksi akan muncul kasus yang lebih banyak di daerah tersebut. Sebaliknya, Rt lebih kecil dari 1 menunjukkan rata-rata carrier menularkan kurang dari satu orang, sehingga jumlah orang yang tertular di daerah tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu hingga laju penularan berhenti.

“Kami berharap, setelah kasus positif Covid-19 di Brebes selesai atau menurun, Rt kita harapannya lebih kecil dari angka 1. Sehingga dari sisi pengendalian ini bisa kami lakukan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika kasus Covid-19 sudah menurun, pihaknya akan mengubah cara pandang masyarakat untuk berlaku hidup bersih dan sehat. Sehingga tetap dapat melakukan aktivitas dengan protokol kesehatan, seperti melakukan social atau physical distancing, menggunakan masker dan lainnya. “Setelah kasus menurun, baru kita menyiapkan penerapan tahapan-tahapan new normal yang ditentukan oleh pemerintah,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA