Take a fresh look at your lifestyle.

Nelayan Tradisional di Tegal Belum Berani Melaut

167

TEGAL – Sebagian besar nelayan tradisional di Kota Tegal saat ini belum berani melaut, sebab kondisinya berbahaya untuk keselamatan mereka. Hal itu otomatis berdampak pada stok ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muarareja.

“Nelayan tradisional di Kota Tegal hingga saat ini tidak berani melaut, sebab sedang musim baratan. Hal itu sudah menjadi hal rutin setiap tahun dapat dipastikan ada musim paceklik seperti sekarang ini,” ujar Riswanto Ketua HNSI Kota Tegal, kemarin.

Dia mengatakan, nelayan tradisonal atau kapal kecil yaitu ukurannya dibawah lima Gross Ton (GT). Mereka saat ini lebih memilih istirahat tidak melaut, sebab kondisi laut tidak menentu, dan sewaktu waktu berubah ekstrim. Apabila saat meluat kondisi berubah ekstrim otomatis para nelayan segera menempi ke daratan. Mereka yang melaut sebagian besar hanya mencari ikan di sepanjang pantai, tidak berani ketengah, dengan pertimbangan cuaca bisa berubah sewaktu waktu. Nelayan yang tidak melaut sebagian memperbaiki alat tangkapnya masing masing yang rusak. Nelayan tradisional Muarareja sudah paham dengan kondisi laut, seperti sekarang ini, sehingga mereka menyadari bahayanya apabila tetap nekat melaut.

“Nelayan yang melakukan bongkar muatan sebagian besar kapal dengan ukuran lebih dari 30 GT. Mereka berangkat melaut sebelum terjadi gelombang besar seperti akhir akhir ini,” imbuhnya.

Ia mengatakan, kapal kapal besar tersebut melaut dalam jangak waktu lama, lebih dari dua minggu di laut. Mereka mencari ikan jauh ditengah laut, mencari lokasi yang banyak ikan. Hasil tangkapannya dibelukan sehingga mampu bertahan hingga jangka waktu lama, dan kualitasnya masih bagus saat dibongkar di darat. Merek yang selesai bongkar muatan akan beristirahat menunggu cuaca membaik.(H77/Red_03)

BERITA LAINNYA