Take a fresh look at your lifestyle.

Nelayan Tegal Sambut Baik KKP Legalkan Kembali Cantrang

133

TEGAL – Wacana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperbolehkan penggunaan alat tangkap cantrang untuk menangkap ikan disambut baik nelayan di Kota Tegal, Minggu (14/6). Tak hanya cantrang, delapan alat tangkap lainnya juga akan menyusul dilegalkan kembali fungsinya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto mengemukakan, pada Maret 2020 nelayan di Kota Bahari ikut serta dalam mobilisasi kapal Pantura ke Laut Natuna Utara. Sesuai dengan karakteristik, para nelayan Pantura menggunakan cantrang sebagai alat tangkapnya.

Namun, hasil tangkapan menggunakan cantrang justru berbanding terbalik. Para nelayan sulit mendapatkan ikan dengan ditambah arus yang sangat kuat di Perairan Natuna Utara. Hal ini, kata Riswanto, membuktikan bahwa cantrang merupakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

“Selama beroperasi beberapa bulan, hasil tangkapan sedikit karena di sana arusnya sangat kuat. Kalau cantrang dianggap merusak, harusnya hasil di Natuna melimpah. Tetapi nyatanya kami justru merugi. Beda karakteristiknya dengan alat tangkap trawl,” tegasnya.

Diakui Riswanto, cantrang secara nyata telah memberikan dampak yang cukup luas. Baik untuk penyerapan tenaga kerja, penyediaan bahan baku industri maupun pengolahan tradisional. Dengan begitu, keberadaan cantrang dapat dikatakan ikut menjadi daya ungkit perekonomian.

Ihwal wacana dilegalkan kembali cantrang untuk menangkap ikan, diyakini mampu mendongkrak,  meningkatkan pajak. Khususnya pajak sektor kelautan dan perikanan untuk negara, melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pajak Hasil Perikanan (PHP) dari kapal cantrang ukuran diatas 30 GT.

“Nelayan Kota Tegal siap menyesuaikan aturan penggunan cantrang untuk menangkap ikan dengan pengaturan dan pengendalian, serta pengawasan dari pemerintah demi menjaga keberlanjutan sumber daya ikan,” tukasnya.

Adapun delapan alat tangkap yang akan dilegalkan KKP yakni pukat cincin pelagit kecil dengan dua kapal, pukat cincin pelagit besar dengan dua kapal, payang, cantrang, pukat hela dasar udang, pancing berjoran, pancing cumi mekanis (squid jigging) dan huhate mekanis. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA