Take a fresh look at your lifestyle.

Nekat Melintas FO Kretek, Warga Ancam Hadang Truk Lebihi Tonase

- Tuntut Jembatan Timbang Dibuka

230

BREBES – Warga di sekitar Flyover (FO) Kretek mengancam akan melakukan aksi penghadangan terhadap setiap truk melebihi tonase, yang nekat melintas di ruas jalan tersebut. Hal itu menyusul kecelakaan truk gandeng bermuatan gandum, yang mengalami rem blong hingga menewaskan tiga orang di Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Selasa (31/3).

Aksi penghadangan truk barang itu akan dilakukan, ketika tuntutan dibukanya kembali jembatan timbang di Ajibarang, Banyumas tidak kunjung dilaksanakan. Sebab, jembatan timbang itu menjadi kontrol terhadap truk yang melibihi tonase agar tidak melintas dan keamanan pengguna jalan lain lebih terjamin.

Koordinator Save Flyover Kretek - Rohmat
Koordinator Save Flyover Kretek – Rohmat

“Tuntutan kami sudah jelas, jembatan timbang di Ajibarang dioperasikan kembali. Saat ini kondisinya tutup. Kalau ini tidak segera direalisasikan, kami bersama warga akan menghadang truk-truk barang yang melibihi muatan agar tidak melintas. Aksi ini sudah pernah kami lakukan tahun lalu, saat terjadi kejelakaan truk rem blong dengan memakang korban jiwa cukup banyak,” ungkap Koordinator Save Flyover Kretek, Rohmat.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Paguyangan ini juga mengungkapkan, pihaknya bersama perwakilan warga sudah berinisiatif melakukan dialog terkait persoalan itu dengan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang Ajibarang, Banyumas. Ditutupnya jembatan timbang justru membuat warga di sekitar flyover Kretek khawatir, termasuk warga pengguna jalan lain. Apalagi, di sekitar flyover Kretek banyak sekolah dan aktivitas warga. Hal itu membuat keselamatannya menjadi terancam. “Saat jembatan timbang dibuka, truk melebihi tonase masih banyak yang lolos dan melintas. Apalagi saat ini yang jelas-jelas ditutup. Ini yang membuat kami khawatir, padahal fungsi jembatan timbang sebagai kontrol,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika tuntutan jembatan timbang dibuka tidak kunjung direalisasikan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan masyarakat Brebes selatan untuk melakukan aksi penghadangan truk barang yang melintas, khususnya yang melibihi tonase. Aksi itu akan dilakukan di sekitar SPBU Paguyangan. Bagi truk yang melebihi tonase aka dihentikan atau diminta putar balik agar tidak melintas di Flyover Kretek. “Yang jelas, kami siap melakukan ini. Kami juga sudah pernah menyampaikan langsung persoalan Flyover Kretek kepada Gubernur,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Truk gandeng G-1830-FR bermuatan gandum mengalami rem blong dan menabrak enam kendaraan di jalur Purwokerto-Tegal, tepatnya di Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Kecelakaan yang terjadi pada Selasa (31/3) sekitar pukul 10.00 ini mengakibatkan tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA