Take a fresh look at your lifestyle.

Nekat Angkut Pemudik , Sepuluh Travel Gelap Dikandangkan

79

ADIWERNA,smpantura.com – Puluhan kendaraan terjaring razia penyekatan lebaran 2021 di Gate Exit Tol Adiwerna, Kabupaten Tegal, Kamis (6/5).

Sebanyak sepuluh travel gelap terpaksa dikandangkan dan enam kendaraan pribadi diminta putar balik ke arah Jakarta pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021 itu. Tindakan tegas dari Satlantas Polres Tegal ini dilakukan, karena saat dilakukan pemeriksaan, pengemudi maupun penumpang tidak dapat menunjukan surat keterangan sehat bebas dari Covid-19 maupun surat tugas.

Guna memastikan pengemudi dan penumpang terbebas dari Covid-19, pada operasi tersebut juga dilaksanakan pemeriksaan rapid test antigen oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polres Tegal. Ada satu hal menarik dalam operasi tersebut. Petugas mendapati pengemudi travel gelap melakukan berbagai cara agar lolos dari pemeriksaan.

Aji Mahmun (36) pengemudi travel gelap asal Babadan, Warureja, Kabupaten Tegal, mengaku kepada petugas, membawa penumpang lokal dari Brebes dan akan melakukan perjalanan menuju Kabupaten Tegal.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan kepada penumpang, ternyata apa yang disampaikan olehnya berbeda dengan pengakuan penumpang. Beberapa penumpang mengaku berangkat dari Tambun, Bekasi dan Bintaro untuk mudik ke Babadan, Warureja.

Surtiati (50) salah satu penumpang mengaku mereka bertujuh berangkat dari Jakarta menggunakan travel gelap yang berbeda. Kemudian penumpang diturunkan di Ketanggungan, Brebes. Selanjutnya Kamis (6/5) pagi dilimpah menggunakan travel gelap berpelat G.

Ketahuan berbohong pada petugas, Aji Mahmun lantas mengaku, bahwa dirinya hanya mengambil limpahan penumpang dari Pejagan, Ketanggungan, Brebes. Dia menerima pembayaran Rp 350 ribu untuk satu kali perjalanan mengangkut tujuh penumpang. “Saya gak bermaksud membohongi aparat, saya takut karena penumpang dibilang mudik. Saya hanya menerima langsiran dari Pejagan, Ketanggungan, Brebes,”sebut Aji.

Aji mengaku dirinya baru pertama kali ini mengangkut pemudik. Dia mengambil pekerjaan tersebut karena didesak kebutuhan. Sebelumnya dia bekerja di Jakarta sebagai penjual perabotan di pasar malam. Selanjutnya, karena melanggar larangan mudik, kendaraan travel yang dikemudikan olehnya dikandangkan , dan seluruh penumpang diminta turun dari kendaraan untuk kembali ke daerah asal.

“Kami jumpai modus pemudik agar lolos dari penyekatan seperti pagi ini ada pengemudi mengaku hanya mengangkut dari Brebes ke Tegal. Setelah dikroscek satu per satu dengan penumpang, ada penumpang yang mengatakan dari Tambun Bekasi,” jelas Waka Polres Tegal Kompol Didi Dewantoro.

Didi menyebutkan, di hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021, masih banyak dijumpai travel gelap yang membawa penumpang mudik ke Kabupaten Tegal diantaranya dari Jakarta. “Tindakan yang dilakukan kepada pemudik tersebut, melakukan sampling test pemeriksaan rapid test antigen dan kendaraan diputarbalik ke daerah asal,” jelasnya.

Menurut Didi, dari hasil pemeriksaan rapid test antigen yang dilakukan Biddokkes Polres Tegal, sembilan orang yang diperiksa menunjukan hasil negatif.

Kasat Lantas Polres Tegal AKP Dwi Himawan Chandra menambahkan, dalam Operasi Ketupat Candi 2021 yang berlangsung mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021, Polres Tegal melakukan penyekatan di tiga titik, yakni di bagian Utara di Pos Pam LIK, di Exit Tol Adiwerna dan di bagian Selatan di Pos Klonengan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan bersinergi dengan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

Menurut Himawan, jika dari arah Barat terjadi peningkatan arus kendaraan menuju Tegal, maka sebaliknya dari arah Barat ke Timur tidak terjadi peningkatan signifikan, sehingga tidak dilakukan penyekatan kendaraan yang hendak ke arah Timur. (T04-Red)

BERITA LAINNYA