Take a fresh look at your lifestyle.

Muncul Klaster Baru, Satgas Covid Ingatkan Disiplin 5M

122

SLAWI,smpantura.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tegal , Joko Wantoro mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan di setiap aktivitas yang dilakukan. Protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, wajib dijaga, meskipun warga sudah mendapat vaksin Covid-19.

“Kalau gak penting amat gak usah piknik dulu, gak usah jalan-jalan dulu,”ungkap Joko, Senin (29/3) pada saat mengikuti Podcast bersama Humas Pemkab Tegal.

Joko menyebutkan, vaksinasi merupakan salah satu upaya menghentikan penularan Covid-19 di Indonesia pada umumnya,d an Kabupaten Tegal pada khususnya. Upaya tersebut, harus didukung masyarakat .
Menurutnya, kekebalan kelompok (herd immunity), kata Joko, baru terbentuk setelah 70 persen penduduk atau populasi di daerah/negara sudah mendapat vaksin.

Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal, lanjut Joko, mengalami penurunan. Meski demikian bukan berarti tidak ada kasus sama sekali. Belum lama ini, 46 warga Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka merupakan anggora grup senam desa setempat dan kontak eratnya. Sebelumnya, pada 11 Maret 2021, puluhan warga melakukan wisata ke Kabupaten Purbalingga. Diantaranya 50 orang, plus supir dan dua kenek menggunakan bus, dan delapan orang menggunakan kendaraan pribadi.

Satu orang yang positif Covid, yakni W (40) meninggal dunia karena Covid-19 disertai komorbid diabetes mellitus pada Kamis (25/3) lalu. Kasus Covid-19 di Desa Penusupan bertambah, dengan adanya dua warga yang positif. Keduanya merupakan pasangan suami istri. Salah satunya, seorang pria T (57) sempat dirawat di ICU RSUD dr Soeselo Slawi pada Minggu (28/3) dan sehari kemudian pada Senin (29/3) meninggal dunia.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Eko BP Prabowo mengatakanhasil tracing diketahui M yang merupakan istri T , pada tanggal 17 Maret 2021 melakukan perjalanan wisata ke salah satu obyek wisata baru di Kabupaten Pemalang menggunakan bus wisata.

“Saat itu, M yang merupakan ketua rombongan sudah sakit dengan gejala influenza, batuk ,pilek dan pusing. Kebetulan, M merupakan tetangga dari warga yang terkonfirmasi positif dari klaster grup senam,”terang Eko, Selasa (30/3).

Eko menyebutkan, wisata ke Pemalang diikuti 24 orang anggota Dharma Wanita guru Kecamatan Pangkah.
Selanjutnya, lima orang peserta lain pada Senin (29/3) lalu telah mengikuti uji swab, dan masih menunggu hasil laboratorium. Sementara peserta lainnya masih diupayakan untuk bersedia menjalani uji swab. “Sudah disampaikan kepada mereka dan kontak erat untuk melakukan isolasi mandiri,” sebutnya.

(T04-Red)

BERITA LAINNYA