Take a fresh look at your lifestyle.

MTsN Pemalang Mulai Merintis Sekolah Sehat 

126

PEMALANG – MTsN 1 Kabupaten Pemalang sejak Bulan Agustus tahun 2019 ditunjuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah sebagai contoh penerapan konsep sekolah sehat. Para murid mulai mengurangi dan dilarang menggunakan kantong plastik untuk membeli makanan di kantin.

“Buanglah sampah sekalian tempatnya, itulah slogan yang didengungkan oleh MTsN 1 Pemalang dalam rangka mewujudkan sekolah sehat. MTsN 1 Pemalang mendapat kehormatan menjadi salah satu sekolah yang menjadi percontohan untuk penerapan sekolah sehat,” ujar Kepala MTsN 1 Pemalang, Mimbar, kemarin.

Dia mengatakan, salah satu ditunjuknya MTsN 1 Pemalang sebagai sekolah sehat yaitu sekolah tersebut sudah dikenal sebagai sekolah model atau sekolah percontohan ditingkat provinsi. Salah satu konsep yang berhasil diterapkan yaitu sekolah ramah anak dan sekolah adiwiyata. Konsep sekolah sehat tersebut bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Agama. Salah satu target yang akan dilakukan yaitu lingkungan sekolah maupun ruang kelas bebas dari sampah plastik. Untuk itu, pihak sekolah memberikan sosialisasi pada semua murid, guru, staf pegawai, pengelola kantin untuk tidak menggunakan kantong plastik. Bahkan para pedagang kaki lima yang berjualan di depan MTsN juga diberi pengertian untuk tidak melayani murid dengan menggunakan kantong plastik. Para murid apabila beli makanan di kantin maupun di pedagang kaki lima harus membawa tempat makan sendiri dari rumah.

” Apabila masih menggunakan kantong plastik, agar dibuang ditempat pembuang sampah sementara, dilingkungan sekolah tidak disediakan tempat sampah, hal itu dilakukan untuk mewujudkan sekolah sehat,” tandasnya.

Ia mengatakan, selain bebas dari sampah plastik, yaitu mewujudkan sekolah bersih. Untuk konsep lainnya yaitu indah, dimana di lingkungan MTsN akan dibangun taman taman sehingga sejuk dan indah. Selain itu juga ada konsep sekolah bergerak artinya para murid harus berolah raga, bahkan ektrakulikulernya harus banyak olah raganya yaitu lebih dari 50 persen, hal itu sudah dilakukan MTsN. Setelah madrasah menyenangkan maka pasti prestasi madrasah meningkat, baik akademik maupun non akademik itulah finis atau targetnya.
(Jokowi/red3)

BERITA LAINNYA