Take a fresh look at your lifestyle.

Motivasi Minat Berwirausaha, Pemuda Karang Taruna Tanam Pisang

44

SLAWI,smpantura.com – Memotivasi tumbuhnya minat berwirausaha di kalangan pemuda, sejumlah pemuda Karang Taruna Kabupaten Tegal mencoba menanam pohon pisang di lahan pekarangan milik Dinas Sosial Kabupaten Tegal.

Berbagai jenis pohon pisang yang ditanam, diantaranya pohon pisang susu, raja buluh, kepok lokal dan kepok tanjung. Bibit tanaman pisang tersebut diperoleh dari daerah, dan ada pula yang didatangkan dari Jawa Barat.
Kreativitas di masa pandemi Covid-19 ini telah membuahkan hasil manis. Sebanyak 120 pohon pisang yang ditanam di lahan seluas 1.050 meter persegi itu, kini mulai berbuah.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Tegal Edi Sulistiyanto mengatakan, penanaman pohon pisang mulai Februari 2020 . Saat ini sebagian pohon telah berbuah dan telah dipanen.

Pada panen perdana Jumat (9/4) lalu, dari sembilan pohon pisang berhasil dipanen 150 kilogram buah pisang.
Hasil panen perdana ini,kata Edi, langsung diminati pembeli. Hasil penjualan pisang ini, 70 persen untuk menutup biaya modal dan perawatan, sisanya 30 persen untuk mendukung kegiatan kelembagaan nirlaba Karang Taruna.

“Lewat panen perdana ini, kami ingin tunjukkan bahwa peluang ekonomi itu sebenarnya ada di sekitar kita, hanya terkadang tidak menyadarinya, termasuk lahan tidur ataupun pekarangan non produktif yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya pertanian,” kata Edi.

Bupati Tegal Umi Azizah, yang mengikuti panen perdana pisang tersebut memberikan apresiasi pada pemuda Karang Taruna. Apalagi pohon yang ditanam telah berkembang menjadi 300 batang.
“Pembatasan aktivitas sosial tidak lantas menjadikan kita tidak produktif. Sebaliknya, pemuda Karang Taruna memberikan contoh, melihat ada pekarangan kosong di instansi pengampunya, mereka olah jadi kebun pisang yang hasilnya bernilai ekonomi,” kata Umi, yang hari itu secara simbolis menyerahkan Kartu Tanda Anggota Elektronik Karang Taruna Kabupaten Tegal.

Menurut Umi, gagasan pemuda menanam tersebut merupakan bagian dari gerakan kemandirian pangan lewat produksi sumber pangan dari pekarangan. Ia berharap, gerakan semacam ini bisa dikembangkan di lingkungan permukiman dengan orientasi menopang kebutuhan pangan keluarga. Pada skala yang lebih besar, Umi berharap pemuda Karang Taruna bisa ikut serta mendukung terwujudnya Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Program KRPL ini adalah pengembangan model rumah pangan yang dibangun di satu kawasan seperti unit lingkungan permukiman, dusun hingga desa dengan memanfaatkan lahan pekarangan tidak produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal Toto Subandriyo yang hadir di acara tersebut memberikan apresiasinya pada inovasi pemuda Karang Taruna.
Toto mengungkapkan jika saat ini ada tren di kalangan warga Kabupaten Tegal membudidayakan tanaman porang.

Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 69 hektar lahan di sejumlah tempat yang ditanami porang. Tanaman porang tersebut sangat mudah dibudayakan, memiliki nilai jual tinggi karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Kandungan glukomanan pada tanaman ini berguna untuk diet, mengurangi kadar kolesterol hingga meringankan diabetes,” katanya.

Menurut Toto, ini adalah kesempatan petani milenial di Kabupaten Tegal yang jumlahnya masih sangat sedikit. Kebanyakan pemuda masih gengsi untuk bertani dan lebih memilih pekerjaan lain, termasuk menjadi buruh atau karyawan.

(T04-Red)

BERITA LAINNYA