Take a fresh look at your lifestyle.

Molo Kuno Masjid Agung Nurul Kalam Terpasang

198

PEMALANG– Molo kuno masjid Agung Nurul Kalam, Kauman, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang berhasil dipasang kembali. Molo yang merupakan kayu utama di bagian atas bangunan untuk memasang sakau (kerangka) atap terdiri atas beberapa batang kayu.

Pemasangan molo di masjid yang sedang direnovasi itu menurut Pembina Yayasan Masjid Agung Nurul Kalam, Muntoha sebagai upaya menghormati dan menghargai benda peninggalan sejarah.”Bangunan mustaka masjid sejak pertama dibangun menggunakan molo dari kayu jati sampai sekarang masih awet sehingga dipasang kembali,”kata Muntoha, kemarin.

Pemasangan molo diawali dengan membersihkan kemudian memilih batang yang bisa dirangkai selanjutnya dibacakan doa. Molo yang dipasang lanjut Muntoha dirangkai membentuk segi empat.”Ukuran molo adalah 3.92 x 4 meter,”ujarnya.

Masjid Agung sendiri kata dia dibangun sekitar tahun 1500 dan sudah mengalami beberapa kali renovasi. Namun demikian meskipun mengalami renovasi beberapa kali molo yang sejak pertama kali digunakan sampai sekarang masih dipakai. Karena itu pada renovasi tahun 2019-2020 pun molo kuno itu dipakai kembali meski tidak semuanya.

Muntoha menjelaskan molo masjid Agung terdiri atas beberapa batang kayu jati dengan beberapa ukuran yang berbeda. Pada renovasi masjid kali ini yang desainnya merupakan hasil sayembara, tidak semua molo bisa dipasang.

“Kayu jati molo yang dipasang kembali hanya beberapa saja yang bisa disesuaikan dengan desain masjid hasil sayembara, beberapa batang molo lainnya akan tetap dijaga dan disimpan di dalam masjid sebagai benda bersejarah,”jelasnya.

Sementara itu masjid Agung Nurul Kalam ini direnovasi dengan menggunakan dana APBD sebesar mencapai Rp 39 miliar. Proyek menggunakan sistem anggaran tahun jamak dan ditargetkan selesai pada tahun 2020.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (DPUTR) Sudaryono melalui Kabid Cipta Karya Heri Firmantyo mengatakan dalam pembangunan masjid Agung, molo lama masih akan digunakan.

“Akan dihitung secara teknis bagaimana pemasangan molo lama agar bisa sesuai dengan desain bangunan,”kata dia.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA