Take a fresh look at your lifestyle.

PKS Tolak Legalitas Miras

122

SLAWI – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tegal secara tegas menolak kebijakan pemerintah pusat ihwal legalitas investasi minuman keras beralkohol (miras).

“Kami sebagai anggota Fraksi PKS Kabupaten Tegal sepakat dengan seruan DPP PKS terkait penolakan legalitas miras, karena bisa merusak generasi bangsa,” kata Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tegal, H. Bakhrun, saat ditemui di kantor DPRD setempat, Senin (1/3).

Dia menyatakan, legalitas miras merupakan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Kendati investasi miras yang dilegalkan baru di 4 provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua, namun kebijakan itu sudah melukai perasaan rakyat dan umat Islam dalam bingkai kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mestinya negara hadir memutus rantai persoalan tentang bahayanya miras, karena mudharatnya lebih banyak ketimbang manfaatnya,” kata Anggota Komisi III ini.

Menurutnya, menyelamatkan moral bangsa adalah kewajiban negara. Negara tidak boleh menjerumuskan warganya ke kondisi bahaya melalui Legalisasi Industri Miras & Eceran. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka dapat merubah wajah Indonesia yang Pancasilais (agamis) menjadi Liberal. Kebijakan ini telah mencederai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah seharusnya menjaga nilai-nilai dasar Negara dan konstitusi.

“Bukan malah mencederainya atas nama pragmatisme ekonomi,” tegasnya.

Dia menyatakan, Perpres tersebut terkesan dipaksakan dan tidak aspiratif. Seharusnya Perpres lebih dulu disusun melalui kajian antropologis dan sosiologis masyarakat setempat yang terdampak dari kebijakan yang diatur dalam Perpres. Dia mencontohkan seperti, pada tahun 2013 dan 2016 Provinsi Papua telah menerbitkan Perda Nomor 15 Tahun 2013 dan Perda Nomor 22 Tahun 2016 tentang pelarangan produksi, pengedaran, dan penjualan Miras. Bahkan, angka kematian di Papua, 22 persen diakibatkan miras.

“Sepanjang sejarah, baru kali ini Indonesia melegalkan miras,” tandasnya.

BERITA LAINNYA