Take a fresh look at your lifestyle.

Merokok di Kantor Pemerintah Kena Pidana

102

PEMALANG – Seseorang yang kedapatan merokok di kantor pemerintah bakal kena pidana kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda sebesar mencapai Rp 100 ribu. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan, Wahadi saat mewakili Kepala Dinas Kesehatan dalam Advokasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 2/2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok di hotel The Winner baru-baru ini.

“Perda kita sosialisasikan kepada para kepala sekolah agar mereka ikut membantu memasyarakatkan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok ini,”kata Wahadi.

Dalam perda tersebut selain menjerat orang yang merokok di lingkungan kantor pemerintah juga memidanakan orang atau badan yang mengiklankan rokok di kawasan tanpa rokok. Pidana tersebut berupa pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 10 juta.

Pidana dalam perda ini juga menyasar ke orang yang mempromosikan, memberikan sponsor rokok di kawasan tanpa rokok dengan kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda Rp 1 juta. Pidana kurungan dan denda yang sama juga berlaku bagi orang atau badan yang menjual atau membeli rokok di kawasan tanpa rokok.

Wahadi menambahkan dalam perda tersebut kawasan tanpa rokok terdiri atas delapan area antara lain fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, fasilitas olahraga, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditentukan.

Dari delapan kawasan tanpa rokok itu terdapat kawasan yang memang tidak diperbolehkan menyediakan tempat khusus untuk merokok dan bebas dari asap rokok hingga batas terluar. Sementara untuk tempat kerja menyediakan tempat khusua merokok.

“Tempat khusus merokok ini harus memenuhi persyaratan antara lain tempat terbuka, terletak di luar bangunan utama, paling dekat lima meter dari pintu masuk dan keluar serta paling dekat lima meter dari tempat lalu lalang,”beber Wahadi.

Sementara itu dalam advokasi kemarin Dinas Kesehatan menghadirkan nara sumber dari Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru RSU Ahari Pemalang, Agung.

(Ali/red3)

BERITA LAINNYA