Take a fresh look at your lifestyle.

Mernawati Jabat Kajari Brebes, Gantikan Emy Munfarida

142

BREBES – Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes berganti tampuk pimpinan. Kepala Kejari Brebes kini dijabat Mernawati, yang menggantikan pejabat lama Emy Munfarida. Lepas sambut kedua pejabat itu dilaksanakan di Aula Kejari Brebes, Selasa (23/2). 

Mernawati sebelum menjabat Kajari Brebes, bertugas sebagai Kajari Muara Enim, Sumatera Selatan. Sedangkan Emy Munfaridah kini mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Emy telah bertugas di Brebes selama kurang lebih delapan bulan.

Bupati Brebes, Idza Priyanti mengatakan, pihaknya menyambut baik pergantian jabatan tersebut Walaupun sosok wanita, tapi yakin dapat memimpin Kejari Brebes dengan baik. “Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dan masyarakat Brebes, saya ucapkan terima kasih kepada Emy Munfarida yang telah berhasil menciptakan suasana kondusif dan kesadaran hukum masyarakat,” ujarnya saat acara Lepas Sambut Kajari Brebes, di aula kantor kejaksaan setempat, Selasa (23/2).

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Brebes dengan Kejari Brebes telah melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Bantuan Penanganan Masalah Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kesepakatan Bersama itu untuk mendukung agar tidak terjadi tindakan korupsi di lingkungan pemerintahan.

“Meskipun pengabidan Ibu Emy yang dirasa sangat singkat, saya harap komunikasi dan silaturahmi tidak akan putus setelah pindah di tempat tugas baru,” katanya.

Kepada Kajari baru, Idza berpesan untuk menyesuaikan kondisi dan situasi masyarakat Brebes. Sudah pasti berbeda dengan tempat tugas yang sebelumnya. “Selamat bergabung menjadi keluarga Forkopimda Brebes. Semoga dapat melaksanakan tugas ke depan dengan baik,” sambungnya.

Sementara, Kajari Brebes yang baru Mernawati mengatakan, Kejari akan hadir dan berpartisipasi bersama Forkopimda untuk mendorong pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Brebes. Sehingga hak dasar masyarakat dapat dipenuhi.

“Kami dari Bugis Makasar, sudah tentu kondisi masyarakat akan sangat berbeda. Semoga dapat diterima dengan baik dan dapat melanjutkan program yang sudah direncanakan,” ucapnya. (*)

BERITA LAINNYA