Take a fresh look at your lifestyle.

Meriahkan HUT RI, Perpani Pemalang Gelar Lomba Panahan

151

PEMALANG – Dalam rangka untuk memeriahkan HUT RI ke 74 tahun, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Pemalang menggelar lomba panahan. Lomba tersebut terbagi menjadi tiga kategori yaitu tingkat SD, SMP dan SMA yang berasal dari beberapa sekolah didaerah itu.

“Kami dari Perpani Pemalang menggelar perlombaan yang diiikuti dari internal atlet dan beberapa sekolah di Pemalang. Selain untuk memeriahkan HUT RI, lomba tersebut sebagai ajang untuk mengukur kemampuan para atlet panahan di Pemalang, ujar Joko Widodo, pengurus Perpani Pemalang, kemarin.

Dia mengatakan, lomba 17an sudah rutin digelar setiap tahun, dan saat ini yang ketiga. Pada tahun lalu, bahkan Bupati Pemalang Junaedi dan istri gubernur Jawa Tengah, mampir untuk ikut memeriahkan lomba panahan. Rencananya kegiatan tersebut terus digelar setiap tahun, khususnya pada saat momen 17an. Selain untuk memeriahkan hari kemerdekaan lomba itu untuk menambah jam terbang atau pengalaman para pemanah. Dalam kesempatan tersebut, selain diikuti dari sekolah umum, juga diikuti atlet panahan dari SLB 2 Pemalang. SLB 2 Pemalang mengirimkan tiga atlet, dan berhasil meraih juara tiga untuk kategori standar nasional jenjang pendidikan SMA. Dalam kegiatan tersebut sekolah yang mengirimkan atletnya antara lain, SD IT yang berhasil memboyong juara 1 atas nama Zahra dan juara 2 Faatih, sedangkan juara 3 diraih oleh Raya dari SD Bojongbata 5 atas nama Raya. Untuk tingkat SMP juara 1 diraih oleh Zaneta dan juara 2 atas nama Safiq dari MTsN 1 Pemalang, dan juara 3 diraih Hafid dari SMP IT.

“Tingkat SMA juara 1 dan 2 diraih oleh Nur Fadzilah, dan Nur Falah dari SMA PGRI 1 Taman, sedangkan juara 3 dari SLB 2 Pemalang atas nama Hendra. Lomba tersebut digelar untuk menyemangati para atlet agar tetap terus berlatih, meskipun tidak memiki lapangan panahan, sehingga latihannya harus pindah pindah dan numpang,” imbuhnya.

Ia mengatakan, saat ini Perpani Pemalang tidak memiliki lapangan sendiri untuk berlatih setiap hari. Hal itu disebabkan lapangan yang distadion Mochtar digusur untuk dibangun tribun, sedangkan solusinya dari pemerintah daerah belum ada. Pihaknya tidak ingin para atlet berhenti latihan, untuk itu terpaksa menumpang ke lahan sekolah yang masih kosong. Bahkan saat ini tim panahan Perpani Pemalang sudah memiliki beberapa busur cpmpound, tetapi kendala yang dihadapi lahan untuk latihan belum memadai, sebab jaraknya hanya sekitar 20 meter. Apabila menggunakan busur compund minimal menggunakan jarak sekitar 30 meter. Terkait dengan kendala tersebut, pihaknya ingin ada pihak ketiga yang mengijinkan lahannya untuk latihan panahan khususnya lokasinya di kota. (Jokowi/red3)

BERITA LAINNYA