Take a fresh look at your lifestyle.

Mensos Salut Tanggap Banjir di Kabupaten Pekalongan

168

KAJEN – Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara salut dengan kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam tanggap banjir di daerah itu. Kerjasama yang bagus telah diterapkan di semua jajaran mulai pemerintahan, kepolisian, dan dan TNI. Bahkan dari kalangan swasta pun ikut peduli dengan adanya musibah ini yakni PT Dupantex yang telah memberikan tempat mengungsi bagi korbban banjir.
”Intinya, kami ikut bertanggung jawab dan menanggung beban saudara kami yang terdampak banjir” tandas dia saat ditemui sejumlah wartawan di tempat pengungsian kawasan PT Dupantex, tadi pagi.
Kedatangannya ke Pekalongan, yakni Kota dan Kabupaten Pekalongan dalam rangka mewakili pemerintah pusat memberikan bantuan kepada korban banjir. Untuk di Kabupaten Pekalongan, besarnya bantuan sekitar Rp 334,7 juta dan semoga bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi korban banjir. Bantuan yang langsung diberikan berupa selimut, makanan, lauk pauk siap saji, kasur dan lain-lain sehingga masyarakat tetap nyaman berada tempat penggungsian.
Juliari menambahkan semoga genangan banjir yang merendam ratusan rumah warga bisa cepat surut. Dengan demikian, para pengungsi bisa kembali pulang ke rumahnya dan beraktifitas.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi yang didampingi Wakilnya, Arini Harimurti mengucapkan terimakasih kpeada Mensos yang telah memberikan bantuan untuk korban banjir. Tentunya, bantuan itu akan sangat bermanfaat bagi warganya yang terdampak banjir dan kini masih berada di pengungsian.
”Kedatangan beliau (Mensos RI_Red) juga bisa menjadi penyemangat para pengungsi di sini meski rumahnya masih tergenang banjir,” katanya.
Mengenai penanggulangan banir di daerah, Bupati menjelaskan menjelaskan Pemkab sudah berusaha meelakukan penanggulangan banjir. Di antaranya dengan menambah pompa penyedot air yang merupakan bantuan dari Gubernur Jateng. Kapasitas msin pompa itu 500 liter per detik dan diletakkan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto.
Di tempat di desa tersebut karena daerahnya berada di hulu sehingga genangan banjir dialirkan ke Sungai Meduri. Kemudian di Kecamatan Wonokerto banjirnya lebih luas lagi karena saat ini sudah ditanggul melintang untuk penanggulangan rob. Kalau untuk rob daerah itu sekarang sudah tidak ada sehingga banjir sekarang yang terjadi akibat air hujan dan akhir-akhir ini hujannya cukup ekstrim. Makanya agar genangan banjir cepat surut langkah yang dilakukan sementara dengan menjebol tanggul itu sepanjang lima meter sehingga air bisa menuju ke laut.
”Nanti kalau pasang maka tanggul ini akan ditutup kembali supaya tidak terjadi rob,” tegas dia.
Ke depan, pemerintah pusat sudah menganggarkan pembikinan pompa, lalu antara longstorrade denga laut dibuat pintunya supaya banjir tidak terjadi lagi. Pemkab juga sudah tahu anatominya kenapa banjir hampir di semua pemukiman yakni melakukan normalisasi saluran. Saat ini sudah dilakukan pembersihan saluran guna memperlancar arus air. (Moch Achid Nugroho/R-8)

BERITA LAINNYA