Take a fresh look at your lifestyle.

Menjelang PPKM Tahap 2, Bupati Tegal Tutup Tempat Wisata

29

SLAWI – Bupati Tegal Umi Azizah memutuskan menutup sementara tempat rekreasi dan destinasi wisata di Kabupaten Tegal baik itu yang dikelola pemerintah daerah, swasta, pemerintah desa, Pokdarwis maupun BUMDes selama dua hari, Sabtu (6/2) dan Minggu (7/2).

Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tegal Nomor 443.5/B.0157 Tahun 2021 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II di Jawa Tengah .

Dalam surat edaran tertanggal 5 Februari 2021 disebutkan, selama dua hari tersebut, Pemkab Tegal juga menutup acara Car Free Day dan akses jalan menuju Alun-alun Hanggawana Slawi.

Selain itu juga menutup ruang terbuka publik seperti Alun-alun Rumah Dinas Bupati, Taman Rakyat Slawi Ayu, Taman Bungah, Taman Poci, GBN Procot, kawasan GOR Trisanja dan Trasa Coworking Space untuk aktifitas masyarakat.

Sebelumnya, terdapat rancangan Surat Edaran Bupati Tegal mengenai Gerakan Jateng di Rumah Saja yang belum disesuaikan namun sudah terlanjur beredar luas di grup pesan percakapan.

Menanggapi itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Tegal Sri Yuniati mengatakan jika surat tersebut tidak berlaku. Surat edaran yang benar dan berlaku adalah yang ditandatangani Bupati Tegal tanggal 5 Februari 2021.

“Kami sampaikan bahwa rancangan Surat Edaran Bupati Tegal mengenai gerakan Jateng di Rumah Saja yang ditandatangani 4 Februari 2021 itu masih terdapat kekeliruan. Sehingga kami informasikan kepada masyarakat yang berlaku adalah surat edaran yang ditandatangani tanggal 5 Februari ini sebagai acuannya,” jelas Yuni.

Yuni mengatakan jika pada surat edaran sebelumnya tidak ada ketentuan untuk menutup toko modern seperti minimarket, supermarket dan departement store, sebaliknya pada surat yang terbaru dijelaskan Pemkab Tegal menutup seluruh toko modern seperti minimarket, supermarket, dan deprtement store serta membatasi jam buka toko kelontong sampai dengan pukul 20.00.

“Untuk mencegah timbulnya kerumunan dari aktifitas warga yang sesungguhnya masih bisa ditunda karena bukan aktifitas pokok warga, tempat kongkow seperti kedai minuman, kafe, angkringan serta warung kopi juga ditutup selama dua hari. Sementara warung makan dan restoran tetap buka namun dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 20.00,” ujarnya.

Sementara itu, pembatasan jam operasional buka pasar tradisional sampai dengan pukul 10.00. Juga dilakukan pembatasan hajatan dan pernikahan disertai penerapan protokol kesehatan ketat dan tnpa mengundang tamu.

Pembatasan juga dilakukan pada kapasitas jemaah di tempat ibadah maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menutup kegiatan pendidikan dan kegiatan lain yang berpotensi memunculkan kerumunan seperti acara seni budaya ,olahraga dan lain-lain.

Yuni menambahkan, selama pelaksanaan Jateng di Rumah Saja akan dilakukan operasi yustisi serentak penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Tegal. Operasi yustisi tersebut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja, Kodim 0712/Tegal, Polres Tegal dan instansi terkait lainnya di wilayah Kabupaten Tegal.

Sementara itu, Keapa Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Saidno mengatakan, secara prinsip pihaknya mengikui kebijakan yang ditentukan Gubernur atau Bupati.

“Kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha yang ada di daerah wisat terutama Guci dan Purin, karena Cacaban kan sedang off,”sebutnya, Jumat (5/2).

Saidno menyampaikan, sosialisasi dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, dan melalui koordinator obyek wisata. Diharapkan, prinsip aman, sehat dan tetap produktif tetap dijunjung.

Menurutnya, apa yang disampaikan Gubernur/Bupati menajdi pemantik untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

Terkait dengan hotel yang ada di Guci, Saidno mengaku ada kerepotan, mengingat sudah ada sejumlah tamu yang melakukan booking sebelumnya.

“Nanti ada komuniksi antara pelaku usaha dan mereka yang melakukan perjalanan wisata, berarti sementara agar ditunda, kalau yang sudah di hotel , ya di hotel saja,”jelasnya. (H45)

BERITA LAINNYA