Take a fresh look at your lifestyle.

Meniru Salatiga, Kota Tegal Ikut Terapkan Physical Distancing di Pasar Tradisional

153

TEGAL – Sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal mulai menerapkan physical distancing, sama seperti apa yang diterapkan di Kota Salatiga. Realisasinya, setiap pedagang diberi jarak dua meter, baik di dalam maupun di luar pasar.

Untuk memastikan berjalan lancar, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Joko Sukur Baharudin melakukan pemantauan langsung, Sabtu (2/5) siang.

Dari hasil tinjauan, penerapan tersebut diketahui baru diberlakukan untuk empat pasar, dari total rencana sembilan pasar yang ada di Kota Bahari. Itu terdiri dari Pasar Bandung, Pasar Randugunting, Pasar Kejambon dan Pasar Langon.

Menurut Jumadi, diberlakukannya program tersebut, merujuk pada himbauan Gubernur Jateng dan meniru kebijakan di Vietnam serta Kota Salatiga. Untuk itu, pihaknya bergerak cepat dan meminta seluruh pasar secara bertahap bisa mengikuti.

Jika di Salatiga digelar secara terbuka, Jumadi menyebut, maka penerapan physical distancing pada pasar-pasar di Kota Tegal dibuat sedikit berbeda. Dimana setiap lapak yang berada di luar, diberikan tenda sehingga tidak membuat para pedagang kepanasan.

“Hari ini serentak di empat pasar, besok yang lainnya menyusul. Kami berharap, pedagang dan pembeli dapat ikut mendukung program ini. Karena kita ketahui bersama, physical distancing merupakan upaya untuk menekan penularan Covid-19,” bebernya.

Menyinggung soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal, Jumadi menyampaikan dari hasil rapat evaluasi gugus tugas, ada beberapa hal yang paling mencolok, yakni jaring pengaman sosial (JPS) dan penegakan hukum bagi para pelanggar.

Dimana pihaknya, mencatat jaring pengaman sosial yang akan dibagikan meningkat dua kali lipat sejumlah 23.723 Kepala Keluarga (KK). Sementara, untuk penegakkan hukum terhadap para pelanggar, mulai saat ini akan lebih diperketat lagi.

“Siapapun yang memasuki Kota Tegal wajib menggunakan masker, yang tidak bermasker tidak boleh masuk. Kita akan diberikan sanksi, teguran dan untuk toko-toko yang masih bandel dan tidak mengikuti aturan PSBB, maka pertama akan dilakukan teguran lisan, tertulis bahkan sampai pencabutan izin,” tegasnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA