Take a fresh look at your lifestyle.

Mengaku Bisa Ambil Susuk, Warga Kaliwungu Lakukan Pencabulan  

82

SLAWI- Warga Desa Kaliwungu , Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Ahmad Saefudin  atau AS (34) ditangkap polisi setelah menipu dan mencabuli korbannya, belum lama ini.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang melalui Kasat Reskrim AKP Heru Sanusi dalam konferensi pers, Senin (13/7) mengatakan, tersangka dan korban bertemu pada 16 Mei 2020 saat menghadiri acara buka puasa bersama . Saat tersangka bertemu korban, tersangka tertarik dengan kecantikan korban dan meminta nomor handphone korban pada temannya.

“Setelah itu, tersangka yang seorang wiraswasta ini, menghubungi korban dengan mengirim pesan melalui pesan WhatApp. Dalam pesannya, AS menyebutkan , kalau korban ada pengaruh benda gaib, bila tidak dikeluarkan akan berbahaya,”jelas Sanusi.

Selanjutnya,  kata Sanusi, AS  menawarkan untukmembantu korban melakukan pengobatan secara gaib dengn cara rukiyah terhadap korban. Korban yang merasa takut, setuju untuk melakukan proses pengobatan secara gaib.

Sanusi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 29 dan 30 Mei 2020 di dalam rumah korban di Desa Tonggara, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

Dalam proses pengobatan itu, korban diperintah menyiapkan beberapa bahan atau media yang akan digunakan dalam proses rukiyah. Yakni, daun sirih, air cucian beras, garam kasar/krosok, dan minyak istanbul yang dicampur dan digunakan korban sebagai air mandi. Korban bahkan memberi uang  sebesar Rp 1,6 juta kepada tersangka untuk membeli minyak tersebut.

“Setelah mandi, tersangka mengatakan ada benda gaib yang masih berada di tubuh korban. Sehingga harus ada ritual selanjutnya. Ternyata, kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk menyetubuhi korban,” tandasnya.

Setelah mencabuli korban, lanjut Sanusi, AS  kemudian mengatakan kepada korban untuk menuruti perkataannya. Jika dilanggar, nanti akan berbalik kepada korban.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 289 dan 378 KUHP subsider pasal 379 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA