Take a fresh look at your lifestyle.

Mbah Ramidi dan Rawen Cikal Bakal Pedagang Nasi Goreng Desa Jrakah

61

Pemalang.SMpantura.com – Mbah Ramidi dan Mbah Rawen adalah cikal bakal
keberadaan pedagang nasi goreng yang ada di Desa Jrakah, Kecamatan Taman, Kabupaten
Pemalang. Desa ini sudah lama dikenal sebagai kampung nasi goreng lantaran banyak
penduduknya yang menjadi pedagang nasi goreng. Baru-baru ini para pedagang nasi goreng di
kampung tersebut membangun tugu gerobak nasi goreng yang akan menjadi ikon utama kampung
nasi goreng. Tugu gerobak nasi goreng diresmikan Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo
bersama Wakil Bupati Mansur Hidayat baru-baru ini.

Salah satu pedagang nasi goreng, Yanto mengatakan di desanya cikal bakal pedagang
nasi goreng dimulai sekitar tahun 1967.”Pedagang yang mengawalinya adalah mbah
Ramidi dan mbah Rawen, mereka berjualan secara berkeliling dengan menggunakan pikulan,”kata
Yanto.

Keduanya berkeliling tidak hanya di Desa Jrakah saja tapi sampai juga ke Kota Pemalang
yang jarak tempuhnya 5-10 kilometer. Sekarang di Desa Jrakah hampir 80% penduduk laki-laki
dewasanya adalah pedagang nasi goreng baik yang masih berkeliling maupun mangkal. Mereka
berdagang tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Medan
melainkan sampai ke seluruh pelosok nusantara.

Dengan berdagang nasi goreng lanjut Yanto, warga Desa Jrakah menjadi sejahtera. Banyak
pedagang yang sudah memiliki rumah bertingkat dan mobil serta mampu menyekolahkan anak-anak
mereka ke jenjang yang tinggi. Lembaga-lembaga keuangan pun banyak yang menaruh kepercayaan
pembiayaan usaha ke warga desa tersebut. Apalagi untuk berdagang nasi goreng
membutuhkan modal paling sedikit Rp 15 juta untuk satu gerobak komplit.

Sementara itu tokoh Desa Jrakah, Sudiro menjelaskan nasi goreng masakan pedagang warga
Desa Jrakah memiki rasa yang khas.”Resepnya itu diperoleh dari sejak zaman kolonial
Belanda ketika ada warga Desa Jrakah yang bekerja ke seorang pedagang Tionghoa, resep
ini yang membuat nasi goreng Jrakah menjadi berkembang dan maju,”ujarnya.

Sudiro akan mendorong warga untuk terus memajukan desa melalui ikon nasi goreng.
Mereka diminta tak sekadar membangun tugu nasi goreng saja namun bisa melalui kegiatan lain
seperti membangn tradisi doa bersama untuk sesepuh pedagang nasi goreng, festival nasi
goreng atau membangun museum nasi goreng.

Kemarin tugu gerobak nasi goreng yang diresmikan Bupati Pemalang adalah hasil
pembangunan secara swadaya. Para pedagang nasi goreng mampu mengumpulkan dana hingga Rp 40
juta. Tugu dibangun di tepi sawah di dekat jalan raya Cibelok-Kendalsari dekat dengan
gerbang masuk Desa Jrakah.(P11-red)

BERITA LAINNYA