Take a fresh look at your lifestyle.

Mau Dapat Rp 100 Juta? Desa Wajib Ikut Program Desa Merdeka Sampah

125

SLAWI – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, kewalahan menampung sampah yang tiap hari mencapai 407 ton. Kondisi itu disikapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat dengan membuat Program Desa Merdeka Sampah. Desa yang siap menjalankan program itu, akan mendapatkan bantuan Rp 100 juta.

“Dukungan anggaran pemerintah daerah di tahun 2021 akan memberikan dana sebesar Rp 100 juta kepada desa yang siap punya komitmen dengan Program Desa Merdeka Sampah,” kata Kepala DLH Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi SKM MKes saat acara Bincang Kreatif yang disiarkan Radio Slawi FM dan streaming Youtube Pemkab Tegal, Selasa (10/11).

Dikatakan, untuk menuju Kabupaten Merdeka Sampah, diawali terlebih dahulu dengan Program Desa Merdeka Sampah, seperti Desa Harjosari Kidul, Balaradin dan desa-desa lain yang sudah memulai program ini. Saat ini, DLH sedang menyusun roadmap di tahun 2020 ini, sehingga mulai tahun 2021 sampai dengan 2024 nanti Kabupaten Tegal Merdeka Sampah dapat terwujud. Hal ini dapat terwujud jika didukung oleh semua pihak sampai dengan ke masyarakat. Selanjutnya sinergitas dengan dengan komunitas pegiat lingkungan, termasuk ASOBSI (Asosiasi Bank Sampah Indonesia) Cabang Kabupaten Tegal.
“Jika desa yang mau punya komitmen dengan Program Desa Merdeka Sampah dan mendapatkan anggaran Rp 100 juta, harus memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Persyaratannya, lanjut dia, pertama desa harus memiliki Perdes tentang sampah, kedua menyiapkan lahan untuk pengolahan sampah, bukan tempat pembuangan sampah (TPS), ketiga ada sharing anggaran dana desa dan keempat ada rencana atau rancangan yang disusun desa tentang model pengolahan sampah seperti apa yang akan diterapkan. Roadmap berikutnya adalah pendirian Bank Sampah di setiap desa, karana tanpa Bank Sampah proses pengurangan sampah tidak akan berjalan.

“Melalui program ini diharapkan pada tahun 2024 nanti sampah di Kabupaten berkurang sampai 30 persen,” harapnya. (*)

BERITA LAINNYA