Take a fresh look at your lifestyle.

Masyarakat Diminta Tidak Sembarangan Unggah Data Pribadi

168

SLAWI- Pentingnya keamanan data pribadi belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat Indonesia. Terbukti, masih banyak masyarakat yang secara sembarangan mengunggah data-data pribadi mereka ke media sosial. Padahal, data-data pribadi yang diungah tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tegal, Dessy Arifianto menyebutkan, keamanan data pribadi sangatlah penting bagi masyarakat.

“Masyarakat harus mengetahui bahwa di era digital seperti sekarang, sangat mungkin data pribadi mereka disalahgunakan oleh oknum tertentu, untuk kepentingan tertentu dan untuk kejahatan tertentu,”jelas Dessy pada acara bimbingan teknik (bintek) internet sehat tahun 2019 di  Gedung Yaumi Slawi, Rabu (4/9).

Pada bintek  yang mengusung tema keamanan data pribadi itu,Dessy berpesan agar masyarakat harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, bintek yang dilaksakana Rabu dan Kamis (4-5/9) ini bertujuan memberikan proses edukasi dengan memberikan pemahaman yang cukup mengenai penggunaan internet secara bijak, sehingga memaksimalkan dampak positif internet  dan meminimalkan dampak negatif dari berinternet , seperti SARA, pornografi dan hoaks. Diharapkan tercipta masyarakat cerdas, inovatif dan produktif.

“Setelah sosialisasi ini, peserta diharapkan dapat menjadi duta informasi yang menyebarkan konten positif di masyarakat,”tuturnya.

Sementara itu, Staf Ahli Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Tegal Fadjar Rokhwidi  mewakili Bupati Tegal menyampaikan, era digital internet of things 3.0 telah merubah lansekap kehidupan masyarakat, merubah pola interaksi dan komunikasi masyarakat .

Dengan gawai pintar, masyarakat  bisa berinteraksi, berselancar mencari informasi dan hiburan, bekerja, bertransaksi, berbelanja, memesan makanan hingga ojek daring.

Di era sekarang, kehidupan masyarakat sudah sangat bergantung pada artificial intelligence atau kecerdasan buatan.Namun dibalik itu, ada permasalahan besar yang mengancam tata kehidupan sosial, kehidupan berbangsa , karena melalui gawai pintar ini perilaku dan karakter seseorang bisa dibentuk atau terbentuk.

“Ujaran kebencian, profilerasi, hoaks yang merajalela menjadi indikasi nyata jika literasi digital masyarakat  masih rendah,”sebutnya.

Turut dalam bintek tersebut, 100 peserta yang terdiri atas tokoh agama/tokoh masyarakat, RT, RW, tokoh pemuda, tokoh wanita /Tim Penggerak PKK, dari 13 desa se-Kecamatan Pagerbarang, dan tiga desa se-Kecamatan Dukuhwaru.

Selain itu, juga dihadiri 50 peserta dari komunitas media sosial (Facebook, Twitter, Instagram dan Youtuber).

Pada kegiatan tersebut, Diskominfo bekerjasama dengan relawan TIK Kabupaten Tegal dan Tegal Cyber Security Club (TCSC)  menyampaikan beberapa materi, diantaranya tentang kebocoran dan keamanan data, financial technology/pinjaman online, pentingnya keamanan data pribadi dan internt sehat dan produktif. (Sari/Red 6)

 

BERITA LAINNYA