Take a fresh look at your lifestyle.

Mantan Karyawan SMK Peristek Nekat Curi 31 Laptop

147

SLAWI-Tiga mantan karyawan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peristek, Desa Kalikangkung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, ditangkap polisi setelah mencuri 31 laptop dan peralatan elektronik sekolah. Mereka ditangkap 8 Agustus 2019.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Tegal, Kompol Arianto Salkery, mengatakan motif para pelaku melakukan perbuatan itu diduga karena  sakit hati telah dipecat dari sekolah tersebut. Selain itu juga karena faktor ekonomi para pelaku.

Ketiganya yakni M Rio Bayung Suka (34), warga Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah dan dua orang kakak beradik, M Irfan Pradiansyah (27) dan Dede Ahmad Sofyan  (21)  warga Desa Procot Baru, KecamatanSlawi.

“Ketiganya adalah mantan tukang kebun di SMK Peristek. Mereka diduga sakit hati karena dipecat oleh pihak sekolah,” kata Arianto dalam konferensi pers, Kamis (22/8).

Arianto menyebutkan, pencurian tersebut terjadi awal Mei hingga pertengahan Juni 2019. Para pelaku secara bertahap melakukan aksi itu dengan masuk ke laboratorium komputer milik sekolah .

“Pelaku melakukan aksinya pada saat jam-jam sibuk yaitu pada siang hari sampai sore hari, padas saat siswa-siswi melakukan proses belajar mengajar,”ujar Arianto.

Selain  kehilangan 31 laptop, sekolah juga kehilangan sejumlah peralatan yang diduga dicuri  para tersangka. Di antaranya 1 unit mesin gerinda duduk listrik,  komputer, bor tangan listrik, dan dua unit proyektor.

“Akibat pencurian itu, sekolah mengalami kerugian sekitar Rp 83 juta,” kata Arianto.

Pengungkapan kasus itu bermula dari adanya laporan dari Kepala SMK Peristek pada 14 Juni 2019.  Menurut laporan, sekolah telah kehilangan laptop di labortorium komputer.  Kemudian dilakukan pengecekan ke laboratorium-laboratorium lain dan kantor.

“Dari pengecekan , didapatkan sejumlah laptop, komputer, bor tangan listrik, gerinda duduk listrik, du aunit proyektor dan peralatan atau kunci-kunci bengkel juga hilang,” imbuh  Arianto .

Barang-barang hasil curian tersebut dijual dengan harga bervariasi bahkan sangat murah.  Diantaranya , 13 laptop dijual dengan harga Rp 1 juta.

Selain menangkap tiga mantan karyawan SMK Peristek, polisi juga menangkap Arifyanto (41) warga Desa Tuwel, Kecamatan Bojong yang telah menadah barang-barang hasil curian ketiga tersangka.

Barang-barang hasil curian telah dijual secara online yang tidak diketahui alamatnya.

Sementara itu, salah satu pelaku, Rio, mengaku sakit hati karena dipecat pihak sekolah. Dia lalu dendam dan mencuri barang-barang milik sekolah.

“Saya merasa tidak diperlakukan dengan baik di sekolah sampai saya dipecat. Karena itu saya nekat mencuri,” kata Rio.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.  Kemudian, satu pelaku dijerat pasal 480 KUHP . (Sari/Red 6)

 

 

 

BERITA LAINNYA