Take a fresh look at your lifestyle.

Mantan dan Pengurus Golkar Deklarasikan Kuning PASTI

- Dukung Pasangan Asip-Sumarwati

94

KAJEN – Lebih dari 150 mantan dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Pekalongan membelot dari keputusan partainya yang dalam Pilkada 2020 mengusung pasangan Fadia – Riswadi (DADI). Sebab, dalam pemilihan kepala daerah di Kota Santri, mereka malahan mendukung pasangan calon lain yakni Asip – Sumarwati. Bentuk dukungan terhadap pasangan yang bernama Pilih Asip – Sumarwati (PASTI) dengan melakukan deklarasi ”Kuning PASTI” di aula pemancingan Tirta Alam, tadi siang.
Penggagas tim Kuning PASTI, Sofyan Waluyo kepada sejumlah wartawan menjelaskan para pengurus dan mantan Partai Golkar di Kabupaten Pekalongan tidak memenuhi amanat partai malahan mendukung pasangan calon bupati dan wakil satunya karena ada beberapa petimbangan. Pertama, ketika Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan mencalonkan sebagai bupati, tidak pernah berkonsulidasi dengan dia dan rekan-rekannya. Kemudian dalam lima tahun terakhir, kepengurusan Golkar dianggap terpuruk dan hal ini meunjukkan ketidakberdayaan pengurus.
”Kalau sebelumnya berkoordinasi dengan kami, mungkin masih pikir pikir untuk mendukung pasangan calon lainnya,” tegasnya.didampingi rekannya, H Witoni dan H Wibowo.
Selanjutnya Sofyan menegaskan, untuk memilik seorang kepala daerah, harus mampu memberikan kenyamanan dan kesejahteraan terhadap masyarakat serta bisa mengembangkan daerahnya. Untuk itu, dia berprinsip dalam mengelola sebuah daerah maka harus diserahkan kepada ahlinya dan pasangan Asip Kholbihi – Sumarwati sudah menunjukkan kriprahnya. Sebagai Bupati, Asip tidak pernah arogan dan membuat semua ASN di Kabupaten Pekalongan merasa nyaman dalam menjalankan kinerjanya.
Sementara itu, pasangan calon bupati dan wakilnya, Asip – Sumarwati datang memenuhi undangan diklarasi Kuning PASTI di tengah-tengah ratusan pendukungan. Secara keseluruhan, keduanya mengaku cukup gembira karena telah mendapatkan dukungan dari sejumlah pengurus dan mantan dari kader Partai Golkar.
Terpisah, Sekjen DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan, M Asror menjelaskan mereka yang menggelar deklarasi boleh dibilang sudah bukan pengurus struktural partainya. Sebagai besar dari yang ikut deklarasi adalah mantan pengurus, dan apabila ada yang memang ada yang menjadi pengurus berarti sifatnya pribadi, bukan mengatasnamakan partai.
”Jika memang masih menjadi pengurus baik tingkat desa, maupun kecamatan, mereka tidak mungkin melakukannya,” tandas dia.
Sebab anggota maupun kader parrai yang berada di tingkat desa maupun kecamatan hingga sekarang masih solid mengamankan dan mendukung pasangan Fadia – Riswadi. Misalkan diketahui ada pengurus struktural yang terbukti melanggar amanat partai, sesuai dengan AD/ART maka akan dilakukan pergantian. (Achid Nugroho/R8 )

BERITA LAINNYA