Take a fresh look at your lifestyle.

Makam Dibongkar, Jasad Minhadi Diautopsi

149
  • Penyelidikan Mayat di Sungai Slamaran

PEKALONGAN – Makam almarhum Minhadi (28) warga Kelurahan Kandang Panjang Gang 1B No 25 RT 1 RW 5 Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, yang ditemukan tewas mengambang di Sungai Slamaran, Kamis (12/3) lalu akhirnya dibongkar, Jumat (20/3). Pembongkaran makam Minhadi di TPU Beji tersebut guna proses autopsi yang dilakukan Tim DVI Puslabfor Polri Cabang Semarang dan Bid Dokkes Polda Jateng, sekaligus untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya korban yang masih misteri. Proses autopsi berlangsung hampir satu setengah jam, sejak pukul 09.00 Wib – 10.30 Wib. Disamping petugas kepolisian, turut mendampingi proses autopsi pihak keluarga korban.

Selama proses berlangsung, warga yang tidak berkepentingan tidak diperkenankan untuk mendekat. Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, melalui Kasatreskrim AKP Maryoto menjelaskan, proses autopsi dilakukan atas permintaan pihak keluarga korban, untuk menyelidiki apa penyebab kematian almarhum Minhadi. “Kami bersama Dokkes Polda Jateng melakukan autopsi terhadap korban. Pihak keluarga minta agar dilakukan autopsi,” terang AKP Maryoto, ditemui usai proses autopsi, Jumat (20/3).Pihaknya menambahkan, autopsi dilakukan karena keluarga korban menduga, jika korban meninggal tidak wajar. Oleh sebab itu, sebagai aparat kepolisian pihaknya melakukan upaya penyelidikan.

“Apa yang diminta masyarakat, minta autopsi, kami layani, tujuannya untuk mencari tahu penyebab meninggalnya korban,” tegasnya. Kemudian, terkait hasil dari autopsi itu, kata dia, diperkirakan akan diketahui satu pekan mendatang. “Hasilnya nanti dari tim Dokkes akan memberi tahu ke Polres,” imbuhnya. Disamping itu, pihaknya bersama Polsek Pekalongan Utara jugaakan melakukan penyidikan, dengan mengumpulkan tambahan keterangan para saksi. Saksi-saksi baik yang di sekitar TKP, keluarga, maupun rekan-rekan korban.

Sementara itu, Yulaekha (27), adik almarhum Minhadi, menyatakan pihak keluarga meminta polisi melakukan autopsi terhadap jasad Minhadi, lantaran pihak keluarga menduga almarhum meninggal tidak wajar. “Kakak saya itu orang baik. Kami selaku keluarga minta keadilan. Harapannya bisa terungkap, kematiannya karena apa?. Almarhum itu orang baik, tidak ada masalah dengan siapa-siapa,” tutur Yulaekha, didampingi Sri Nasripah (53), tantenya, dengan suara terisak. Dijelaskan, kali terakhir bertemu dengan almarhum malam hari habis maghrib sebelum kejadian. “Terakhir ketemu di rumah saya cuma sebentar. Bilangnya mau ke rumah teman, katanya sebentar, tetapi tidak kembali. Terakhir dia juga sempat bilang sakit perut,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minhadi (29) warga Kelurahan Kandang Panjang Gang 1B No 25 RT 1 RW 5 Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, ditemukan tewas mengapung di Sungai Slamaran, Kamis (12/3). Saat ditemukan dalam kondisi tertelungkup di sungai dengan tidak mengenakan baju. Korban sendiri kali pertama ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan. Bahkan, saat ditemukan tidak ada identitas, dan belakangan diketahui warga Kelurahan Kandang Panjang. (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA