Take a fresh look at your lifestyle.

Mahasiswa Undip Ubah Sampah Jadi Minyak

207

PEMALANG – Mahasiswa KKN tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang di Kabupaten Pemalang menciptakan alat yang mengubah sampah anorganik menjadi minyak. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi banyaknya sampah di masyarakat agar menjadi barang baru siap pakai atau barang bermanfaat.

“Saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang semakin pesat, maka dari itu manusia terutama generasi muda dituntut untuk menciptakan kreativitas yang dapat mempermudah sistim kerja manusia. Berawal dari permasalahan sampah dimasyarakat, maka harus mampu menemukan solusi untuk mengatasinya,” ujar Bachtiar Yusuf mahasiswa teknik mesin yang tergabung dalam KKN tim II Undip, kemarin.

Dia mengatakan, dari munculnya masalah tersebut, mahasiswa KKN tim II Undip mempunyai gagasan membuat alat yang mampu mengubah sampah anorganik menjadi penghasil minyak. Dimulai dari kegiatan survey terhadap kondisi Kelurahan Plutan Kecamatan Pemalang yang dilaksanakan minggu pertama setelah diterjunkan, mahasiswa KKN menemukan berbagai masalah diantaranya kepadatan penduduk masyarakat Plutan merupakan yang terbanyak diantara kelurahan-kelurahan maupun desa-desa lain yang ada di Kecamatan Pemalang. Kepadatan penduduk yang membludak berdampak pada keadaan sampah dalam jumlah yang banyak. Mahasiswa teknik mesin yang tergabung dalam KKN tim II Undip di Kelurahan Plutan sekaligus pencetus alat pengolah sampah tersebut dalam hal ini berkesempatan untuk memberikan materi dan praktek secara langsung terkait penggunaan alat tersebut kepada masyarakat Plutan. Dalam kesempatan itu, mereka memberikan edukasi kepada masyarakat Plutan sekaligus memberitahu kepada mereka cara pengaplikasiannya bahwa sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi minyak menggunakan alat sederhana berbasis pirolisis.

“Proses yang dilakukan cukup sederhana dimulai dari pembakaran sampah sehingga sampah mencair dan menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian masuk kedalam kondensor dan karena pengaruh suhu atau temperatur mengubah uap tersebut menjadi liquid kembali atau berubah dalam bentuk minyak atau bahan bakar,” tandasnya.

Suras Jaeni (53) Lurah di Plutan mengaku sangat bangga dengan mahasiswa KKN Tim II Undip kali ini karena dinilai sangat berbakat dan kreatif dalam memberikan pembelajaran terkait banyak ilmu kepada masyarakat Pelutan. Dengan adanya hasil pemikiran anak-anak muda seperti mereka diharapkan Indonesia akan semakin maju di masa mendatang. Harapannya supaya masyarakat Plutan lebih sadar dan lebih paham kedepannya dalam hal pengolahan sampah. (Jokowi/red3)

BERITA LAINNYA