Take a fresh look at your lifestyle.

Lupa Pakai Masker, Camat Ditegur Bupati Tegal

Pejabat Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

76

BALAPULANG – Pejabat di Kabupaten Tegal diharapkan menjadi contoh bagi warga dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini kerap kali disampaikan Bupati Tegal,Umi Azizah,  di sejumlah acara.

Tak tanggung-tanggung, untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di lingkungan Pemkab Tegal, orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini melakukan inspeksi ke perkantoran dan  tempat pelayanan umum.

Seperti dilakukan Rabu (15/7) lalu, Umi mendatangi sejumlah kantor kecamatan dan balai desa. Dalam inspeksi tersebut,  Umi menjumpai camat Balapulang,  tak mengenakan masker karena lupa. Umi pun langsung menegurnya.

Umi menegaskan, sudah semestinya ASN dan pejabat menjadi contoh baik penerapan protokol kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Bupati Tegal Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

“Sidak ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penularan Covid-19 yang jumlah kasusnya terus meningkat. Kami tidak ingin, lingkungan kantor di pemerintahan berkembang menjadi klaster baru penularan virus Korona,”sebutnya.

Tak hanya di Kantor Kecamatan Balapulang, Umi juga mendapati sejumlah pejabat tidak mengenakan masker seperti di Kantor Kecamatan Dukuhwaru dan Kantor Kecamatan Lebaksiu.Demikian juga saat di Kantor Desa Kajen Kecamatan Lebaksiu. Di tempat in,  Umi masih menjumpai warga yang masuk ke kantor desa tanpa  mengenakan masker.

Umi sangat menyayangkan masih ada pegawai bahkan pejabat di lingkungan pemerintahannya tidak memakai masker. Dirinya berharap, antar pegawai bisa saling mengingatkan, terlebih jika bersentuhan dengan pelayanan publik.

“Sudah banyak contoh kasus penularan Covid-19 terjadi di lingkungan kantor, sehingga kita harus waspada, saling mengingatkan penggunaan masker ini sebagai adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

Terlebih, lanjut Umi, pegawai di bagian pelayanan publik memiliki intensitas interaksi dengan warganya cukup tinggi, maka perlindungannya pun harus ekstra dengan menambah pemakaian sarung tangan dan perisai muka transparan. Pegawai di kecamatan dan di desa juga harus berani menegur jika ada warganya masuk ke kantor tidak memakai masker.

“Berikan maklumat larangan masuk ke kantor bagi warga yang tidak memakai masker, sampaikan pula mereka juga tidak akan dilayani petugas,” ujar Umi.

Sementara itu, saat tiba di Kantor Kecamatan Pagerbarang, Umi justru tidak melihat adanya sarana cuci tangan yang seharusnya tersedia di depan kantor. Bahkan disini, Umi mendapati jerigen penampungan air untuk cuci tangan bantuan dari Korpri Kabupaten Tegal masih terbungkus rapi di dalam plastik.

Mengetahui hal tersebut, Umi pun bergegas turun tangan menggotong jerigen tersebut untuk ditempatkan di pintu masuk Rumah Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan. Selain menegur camat setempat, Umi minta agar penerapan protokol kesehatan di lingkungan kantor harus diberlakukan secara ketat.

Umi menambahkan, saat ini pemerintah pusat tengah menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan. Diharapkan, sebelum sanksi tersebut diberlakukan, dari unsur pejabat dan staf di pemerintahan sudah harus mengawalinya terlebih dahulu.

Turut hadir mendampingi inspeksi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tegal Dadang Darusman dan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Tegal Munawar.(Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA